MASALAH INTELEKTUALISME PENGARANG INDONESIA
Thursday, 20 November 2008 (13:50) | 28 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Tradisi bersastra dalam kehidupan masyarakat di Nusantara ini, sejak awalnya lahir dan berkembang di lingkungan kaum elite. Dalam kehidupan di lingkungan keraton atau kesultanan, pujangga termasuk golongan priyayi yang hidup dalam sistem pengayoman pihak kerajaan. Dalam hal-hal tertentu, masyarakat tidak jarang memandangnya sebagai utusan raja atau sultan. Oleh karena itu, keberadaan dan profesi mereka tidak hanya ditempatkan secara khusus, tetapi juga diperlakukan dengan memberinya... (more...)
MENGUSUNG SUMBER SEGALA SUMBER
Thursday, 20 November 2008 (13:42) | 168 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Kami adalah ahli waris jang sah dari kebudajaan dunia dan kebudajaan ini kami teruskan dengan tjara kami sendiri. Kami lahir dari kalangan orang-banjak dan pengertian rakjat bagi kami adalah kumpulan tjampur-baur dari mana dunia-dunia baru jang sehat dapat dilahirkan. Itulah alinea pembuka Surat Kepercayaan Gelanggang yang bertarikh 18 Februari 1950, namun baru dimuat dalam majalah Siasat, 22 Oktober 1950. Lalu masalah apa pula yang melatarbelakangi dan melatardepani lahirnya... (more...)
ADA APA DENGAN HORISON SASTRA INDONESIA?
Thursday, 20 November 2008 (13:36) | 147 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Empat serangkai antologi Horison Sastra Indonesia (HSI, 1: Kitab Puisi, 2: Kitab Cerita Pendek, 3: Kitab Nukilan Novel, 4: Kitab Drama), seperti lazimnya penerbitan buku yang dianggap penting, acapkali diekori berbagai reaksi. Bahkan, tidak jarang pula bermuara pada kontroversi. Namun, di luar dugaan, reaksi yang dialamatkan kepada para penyunting HSI, terkesan berlebihan; melebar tak lagi memusat pada substansi antologi, tetapi pada masalah yang mengesankan pemihakan subjektif.... (more...)
FAKTA DAN FIKSI : PERTALIAN SASTRA DAN SEJARAH
Thursday, 20 November 2008 (13:27) | 291 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Fakta dan fiksi sering kali dipahami secara serampangan. Akibatnya, pemaknaan atas keduanya terjerumus pada kekeliruan yang fatal. Tidak jarang pula, fakta dianggap sebagai saudara kembar fiksi, atau fiksi diperlakukan sebagai adik kandung fakta. Sebuah kenyataan, segala sesuatu yang pernah ada atau peristiwa yang sungguh terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya, itulah yang disebut fakta. Ia harus ada dan pernah terjadi. Jika kemudian ternyata tak sesuai dengan kenyataan, tak... (more...)
PERJALANAN PEMIKIRAN ACHDIAT KARTA MIHARDJA
Thursday, 20 November 2008 (13:18) | 139 views | 2 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Sastra adalah catatan pemikiran. Ia sebuah representasi dari berbagai-bagai gagasan, kegelisahan, idealisme, atau ideologi pengarangnya. Bahwa di dalamnya ada bangunan dunia imajinatif, ia sekadar kemasan, bungkus yang seolah-olah sedemikian rupa dimaksudkan untuk alat menyimpan segenap pemikiran. Sebuah lemari besar yang di dalamnya bertumpuk-tumpuk catatan pemikiran mengenai yang berbagai-bagai itu. (more…) Read More →
MENYONGSONG GENERASI TANPA KORUPSI
Thursday, 20 November 2008 (13:09) | 21 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Dalam satu atau dua dasawarsa ke depan, mungkinkah di negeri ini lahir generasi tanpa korupsi? Selepas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar sejumlah kasus besar yang melibatkan beberapa anggota DPR, Jaksa, dan para petinggi negara, harapan menuju generasi tanpa korupsi bukanlah sebuah utopia. Apalagi jika ada gerakan bersama untuk menyatakan perang melawan korupsi. Oleh karena itu, langkah pemberantasan korupsi perlu diikuti dengan berbagai usaha pencegahannya. (more…) Read More →
INSPIRASI KEBANGKITAN NASIONAL
Thursday, 20 November 2008 (13:02) | 43 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Bagaimana perkara sesungguhnya yang terjadi di seputar lahirnya kebangkitan nasional (20 Mei 1908) yang kerap dihubungkan dengan Boedi Oetomo (selanjutnya disingkat: BO), sebuah organisasi yang dibentuk beberapa pemuda Jawa yang seolah-olah mengesankan hendak mengusung semangat primordialisme? Sejauh mana pula signifikansi elan BO—semangat kebangsaan (Jawa?), ditempatkan sebagai organisasi awal yang menandai kebangkitan kebangsaan Indonesia? Bagaimana pula sastrawan Indonesia ketika... (more...)
Thursday, 20 November 2008 (12:59) | 28 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Indonesia laksana memasuki zaman anomali. Maka, ia perlu dilihat dari perspektif yang tak lazim, dari kenyelenehan. Atau dalam bahasa Michel Foucault yang mengutip gagasan Pascal: “Manusia pastilah demikian gilanya, sehingga –kalaupun ia tidak gila—tetap dianggap gila dari sudut pandang kegilaan yang lain.” Begitulah pada saat bangsa ini dihadapkan pada anomali dan berbagai kegilaan, harus ada peristiwa yang lebih gila. Setidaknya, harus ditempatkan sebagai kenyelenehan.... (more...)
Thursday, 20 November 2008 (12:48) | 718 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Citra (image) itu gambaran yang dihasilkan kesan mental. Citraan (imagery) adalah bayangan visual yang hadir lantaran ada sesuatu yang menyentuh saklar memori untuk mengaitkannya pada sesuatu yang lain. Sebuah kata, simbol, atau benda tertentu yang merangsang memori membayangkan atau memisualisasikan sesuatu atau peristiwa, termasuk kategori pencitraan. Ia dihadirkan memori yang di dalamnya bersemayam berbagai pengalaman. Maka ketika kata atau simbol itu mencitrakan sesuatu, memori... (more...)
Thursday, 20 November 2008 (12:45) | 22 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Bahasa itu produk budaya. Kelahiran dan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berada di sekelilingnya: letak geografi, kondisi alam, kultur, sikap hidup, dinamika sosiologis masyarakat pemakai, sejarah bangsa, dan karakteristik bahasanya itu sendiri. Kelahiran, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia, juga tidak terlepas dari berbagai faktor itu. Ia mirip aliran sungai. Mengalir berkelak-kelok, bercampur dengan aliran sungai yang lain. Membentuk kuala... (more...)












