Friday, 5 December 2008 (08:31) | 63 views | 1 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Gemuruh puisi “Penyair Rencong” Fikar W. Eda membawa hipnotis. Ia menyihir, menciptakan hening. Tak biasa suaranya agak tersendat, berat dan merintih. Selepas itu, ia terhenyak. Lunglai. Jelas, hatinya pecah. Ketika presenter Metro TV bertanya, Fikar tergagap seperti kehilangan akal. Ada bening kaca menetes dari matanya. Di rumah, di depan layar kaca, kami ikut terisak. Tak kuasa memandang tayangan tv tentang tsunami yang terjadi Minggu pagi. Terhampar gelimpangan mayat membentang... (more...)
Friday, 5 December 2008 (08:27) | 810 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Konon, lapisan ozon kini makin menipis. Tanpa lapisan itu, manusia segera akan tertimpa penyakit kanker kulit, katarak mata, dan berbagai penyakit lain. Panas bumi juga akan meningkat. Jika itu terjadi maka Singapura, akan tinggal sebagai negara yang pernah ada dan kini berada di dasar laut. Sebagian besar Jakarta tenggelam karena mencairnya es di kutub Utara dan Selatan. Jagat raya tinggal menunggu kehancurannya. Pemanfaatan, eksplorasi, dan eksploitasi... (more...)
MEMAHAMI KEBUDAYAAN ETNIS MELALUI KESUSASTRAAN INDONESIA
Friday, 5 December 2008 (08:23) | 353 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Ketika Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, menegaskan pernyataan sikap para pemuda Indonesia yang mengaku: “bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” saat itulah sesungguhnya identitas etnis –diwakili Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia—dan agama... (more...)
APRESIASI SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH
Friday, 5 December 2008 (08:18) | 377 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Apakah pengajaran sastra (Indonesia) di sekolah bertujuan agar siswa (a) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan (b) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia, atau agar siswa memperoleh pengetahuan (a) tentang sastra dengan berbagai teori dan (b) nama pengarang, judul, dan angkatan-angkatan? (more…) Read More →
Friday, 5 December 2008 (08:11) | 200 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Novel Ayat-Ayat Cinta (2004) karya Habiburrahman El Shirazy, secara sosiologis, tak pelak lagi, telah menancapkan dirinya sebagai novel paling laris, paling banyak dibaca, dan luar biasa fenomenal. Dalam perjalanan sastra Indonesia, baru kali inilah sebuah novel meraup angka penjualan yang sangat mencengangkan. Jika novel itu kemudian difilmkan dan berhasil menyedot jumlah penonton yang juga mencengangkan, tentu saja sukses itu, terutama, tidak terlepas dari kehebohan yang diciptakan... (more...)
MEMAHAMI KULTUR ETNIK MELALUI KARYA SASTRA
Friday, 5 December 2008 (08:07) | 126 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Jika diyakini sastra sebagai ruh kebudayaan, maka sastra sesungguhnya dapat digunakan sebagai salah satu pintu masuk memahami kebudayaan sebuah bangsa. Bagaimanapun juga, sastra merupakan representasi kegelisahan sastrawan. Ia lahir dari proses yang rumit pengamatan, pencermatan, pengendapan, dan pemaknaan sastrawan atas kehidupan ini. Lebih khusus lagi, atas fenomena tindak berkebudayaan sebuah komunitas sosial. Itulah sesungguhnya tanggung jawab sastrawan (seniman) pada kebudayaan,... (more...)
LOKALITAS DALAM SASTRA INDONESIA
Friday, 5 December 2008 (07:57) | 238 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Lokalitas (locality) sebagai konsep umum berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas atau dibatasi oleh wilayah lain. Lokalitas mengasumsikan adanya sejumlah garis pembatas yang bersifat permanen, tegas, dan mutlak yang mengelilingi satu wilayah atau ruang tertentu. Dalam konsep politik, terutama yang berkaitan dengan kekuasaan dan penguasaan wilayah, lokalitas dengan sejumlah garis pembatas yang dimilikinya itu diandaikan pula seperti berhadapan dengan kepungan... (more...)
PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN
Friday, 5 December 2008 (07:53) | 206 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. Jika dikatakan, sejarah selalu berpihak pada penguasa, maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian, perekayasaan, penenggelaman, dan penyesatan. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa, bahkan penguasa itu juga sengaja... (more...)
CARUT-MARUT SEJARAH SASTRA INDONESIA
Friday, 5 December 2008 (07:49) | 279 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Sastra tidaklah lahir dari sebuah kekosongan. Ia mengada setelah melewati proses yang rumit yang berkaitan dengan persoalan sosio-budaya, politik, ekonomi, bahkan juga ideology dan agama. Jadi, ketika karya sastra terbit, beredar, dan kemudian dibaca masyarakat, di belakang itu ia sesungguhnya menyimpan sejarahnya sendiri. Ada kontekstualitas antara teks dan berbagai persoalan yang melatarbelakanginya. Maka, ketika kita coba mengungkapkan problem yang melatarbelakanginya itu, tidak... (more...)
SASTRA SUNDA YANG KIAN MENGKILAP
Friday, 5 December 2008 (07:46) | 827 views | 2 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Sastra Sunda, sebagai sastra etnik, juga sastra etnik lain, diandaikan berada dalam posisi terjepit ketika berhadapan dengan sastra Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional menjerumuskan kedudukan sastra daerah menerima nasib dalam posisi marjinal. Sastra etnik seketika mengalami degradasi. Ia tidak dapat melepaskan bayang-bayang sastra Indonesia. Begitu juga ketika sastra daerah dikaitkan dengan perkara komersial, ia tak leluasa masuk wilayah pendukungnya. Kendala utamanya... (more...)












