MENULIS CERPEN, MEMOTRET KEHIDUPAN
Friday, 5 December 2008 (05:29) | 82 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Pengantar Bagaimanakah caranya menjadi seorang pengarang atau lebih khusus lagi, menjadi cerpenis? Dapatkah seseorang menjadi cerpenis atau sastrawan besar? Syarat apa saja yang harus dipenuhi agar dapat mencapai cita-cita tersebut? Siapa pun sesungguhnya dapat menjadi pengarang. Cara mencapai tujuan itu, juga bergantung kita sendiri. Tidak perlu modal atau biaya yang besar. Tak perlu juga berpikir tentang bakat. Seseorang yang menjadi pengarang sama sekali tak ditentukan oleh bakat.... (more...)
Friday, 5 December 2008 (05:21) | 14 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Memasuki era kesejagatan, kini, makin disadari betapa informasi menempati kedudukan penting. Siapa yang menguasai informasi, dia yang niscaya dapat memainkan peranannya; mempengaruhi dan sekaligus juga ‘menciptakan’ opini publik, dan menjual informasi untuk kepentingannya atau untuk kepentingan siapa saja. Sebaliknya, siapa yang ketinggalan informasi, dialah yang kelak akan tergusur dan terus-menerus menjadi objek eksploitasi atau menjadi penonton yang pasif, tanpa... (more...)
MONUMEN SUTARDJI CALZOUM BACHRI
Wednesday, 3 December 2008 (09:25) | 131 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Ketika Sutardji Calzoum Bachri (SCB) memproklamasikan Kredo Puisinya: “membebaskan kata dari beban makna, menghancurkan penjajahan gramatika, dan mengembalikan kata pada awalnya, pada mantera” dan coba mengimplementasikan sikap kepenyairannya itu dalam karya, jagat sastra Indonesia–khasnya puisi— seketika seperti dilanda kegandrungan eksperimentasi. Semangat kembali pada tradisi dan kultur etnik –yang dirumuskan Abdul Hadi WM sebagai kembali ke akar kembali ke sumber—... (more...)












