RAGAM BUDAYA BETAWI (6 JILID)

Wednesday, 18 February 2009 (13:54) | 529 views | 0 komentar | Print this Article

img

5. Ragam Budaya Betawi (Jilid 1 untuk Kelas 4 Sekolah Dasar), Tim penyusun bersama Ridwan Saidi, Yahya Andi Saputra, Rizal, (Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Pemda DKI, 2002), 100 halaman. 6. Ragam Budaya Betawi (Jilid 2 untuk Kelas 5 Sekolah Dasar), Tim penyusun bersama Ridwan Saidi, Yahya Andi Saputra, Rizal, (Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Pemda DKI, 2002), 100 halaman. 7. Ragam Budaya Betawi (Jilid 3 untuk Kelas 6 Sekolah Dasar), Tim penyusun bersama Ridwan Saidi, Yahya... (more...)

AKAR MELAYU

Wednesday, 18 February 2009 (13:49) | 44 views | 1 komentar | Print this Article

img

4. Akar Melayu: Sistem Sastra & Konflik Ideologi di Indonesia & Malaysia, (Magelang: Indonesiatera, April 2001), xiii + 301 halaman  Read More →

KAMUS UNGKAPAN BAHASA INDONESIA

Wednesday, 18 February 2009 (13:47) | 1,172 views | 0 komentar | Print this Article

img

3. Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia (Jakarta: Grasindo, 1997), xviii + 346 halaman  Read More →

KESUSASTRAAN MALAYSIA MODERN

Wednesday, 18 February 2009 (13:46) | 55 views | 0 komentar | Print this Article

img

2. Kesusastraan Malaysia Modern (Jakarta: Pustaka Jaya, 1995), xiv + 175 halaman  Read More →

RINGKASAN DAN ULASAN NOVEL INDONESIA MODERN

Wednesday, 18 February 2009 (13:44) | 472 views | 0 komentar | Print this Article

img

1. Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern (Jakarta: Grasindo, 1992), xii + 308 halaman, Cetakan II, 2007.  Read More →

MEMBACA PANORAMA CERPEN KOREA

Wednesday, 18 February 2009 (13:34) | 4,655 views | 1 komentar | Print this Article

Maman S. Mahayana* Apa yang dikatakan Alexandre Sergevich Pushkin (1799—1837), tokoh pembaharu kesusastraan Rusia, tentang seorang penerjemah? “Penerjemah itu laksana kuda beban. Ia membawa harta kebudayaan sebuah bangsa dari satu negeri ke negeri lain.” Begitulah, berkat peran yang dimainkan seorang penerjemah, bangsa yang berada di negeri lain itu, serta-merta dapat menikmati harta kebudayaan bangsa lain. (more…)  Read More →

PANORAMA SASTRA INDONESIA

Wednesday, 18 February 2009 (11:49) | 313 views | 0 komentar | Print this Article

Naskah Pidato Penerimaan Hadiah Sastera Majelis Sastera Asia Tenggara (Mastera) Atas buku Sembilan Jawaban Sastra Indonesia Berjaya Times Square Hotel Kuala Lumpur, 27 November 2007 Sastra Indonesia adalah lanskap pelangi; warna-warni dengan beragam cabaran ideologinya. Ia bagai taman bunga dengan tetumbuhannya yang semarak, dedaunannya yang rimbun, meski di sana tumbuh pula mawar berduri. Di taman itu, orang-orang boleh duduk bercengkerama, memadu kasih, memetik beberapa... (more...)

MUHAMMAD YAMIN: PERINTIS PERSATUAN KEINDONESIAAN

Wednesday, 18 February 2009 (11:35) | 1,257 views | 0 komentar | Print this Article

MUHAMMAD YAMIN: PERINTIS PERSATUAN KEINDONESIAAN* Maman S Mahayana* Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, khususnya untuk bidang puisi, ada dua kepeloporan penting yang telah ditanamkan Muhammad Yamin (23 Agustus 1903—17 Oktober 1962). Pertama, dalam hal tema yang dikedepankan, dan kedua, dalam hal bentuk yang digunakan. Muhammad Yamin pada mulanya mengangkat tema kedaerahan yang kemudian secara jelas bergerak menuju tema kebangsaan. Dari sudut ini, ia telah menempatkan... (more...)

JEJAK ALAM DALAM PROSA INDONESIA

Wednesday, 18 February 2009 (11:31) | 168 views | 0 komentar | Print this Article

Maman S Mahayana* Adakah jejak alam dalam prosa Indonesia mutakhir? Jika frase jejak alam itu dimaksudkan sebagai latar cerita, tentu saja cukup berlimpah novel Indonesia yang coba mengangkat perkara itu. Tetapi, jika jejak alam itu dimaksudkan sebagai problem manusia dalam berhadapan dengan alam, maka itulah yang terjadi dalam novel Indonesia modern. Novel Indonesia jadinya semacam potret pandangan dan sikap sastrawan Indonesia yang berbeda pandangan dan sikap sastrawan... (more...)

EKSPERIMENTASI DALAM SYUMUL KARYA AZMAH NORDIN

Wednesday, 18 February 2009 (10:48) | 37 views | 0 komentar | Print this Article

Maman S. Mahayana Sastra berurusan dengan imajinasi. Fakta dalam realitas pun menjadi fiksi dalam sastra. Oleh karena itu, kenyataan faktual dalam sastra menjadi fiksional, lantaran dunia sastra adalah dunia imajinatif. Bagaimana imajinasi membangun dan mengolah kenyataan faktual ke dalam sebuah dunia imajiner yang sesungguhnya lahir dari pengalaman, penafsiran, dan pemahaman pengarangnya atas realitas sosio-kultural. Realitas sosio-kultural inilah yang menjadi sumber segala karya sastra. (more…)  Read More →