MOMENTUM SASTRA MONUMENTAL

Sunday, 13 March 2011 (12:09) | 514 views | 1 komentar | Print this Article

img

MOMENTUM SASTRA MONUMENTAL Maman S Mahayana Sastra tidak datang dari langit. Tidak juga diturunkan para malaikat. Sastra lahir dari proses yang kompleks. Ke belakang, ada kegelisahan sastrawan dalam menyikapi situasi sosial di sekitarnya. Ke depan, ada visi tertentu yang menjadi tujuan. Pada saat karya itu terbit, ada momentum. Momentum inilah yang sering kali justru membawa karya itu menjadi monumen. Sejarah telah berbicara banyak mengenai itu. Puisi Muhammad Yamin, “Indonesia Tumpah Darahku”... (more...)

MEMBANGUN GENERASI TANPA KORUPSI

Sunday, 13 March 2011 (11:51) | 193 views | 0 komentar | Print this Article

img

MEMBANGUN GENERASI TANPA KORUPSI Maman S Mahayana Pengajar Universitas Indonesia Dalam satu atau dua dasawarsa ke depan, mungkinkah di negeri ini bakal hadir generasi tanpa korupsi? Selepas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus-kasus besar yang melibatkan sejumlah anggota DPR, Jaksa, para petinggi, gubernur, dan sekian banyak pejabat negara, harapan menuju generasi tanpa korupsi bukanlah sebuah utopia. Kinerja KPK, tentu sangat layak dihormati, meski belum sampai pada prestasi... (more...)

MANUSIA PASCATRADISIONAL MARHALIM ZAINI

Sunday, 13 March 2011 (11:45) | 114 views | 0 komentar | Print this Article

img

MANUSIA PASCATRADISIONAL MARHALIM ZAINI Catatan atas Antologi Langgam Negeri Puisi Maman S. Mahayana Antologi Langgam Negeri Puisi (LNP) (Dewan Kesenian Bengkalis, 2004, 84 halaman) karya Marhalim Zaini (MZ) berisi 69 puisi. Kata Pengantar Taufik Ikram Jamil membantu kita menemukan semacam pintu masuk dari sejumlah pintu lain yang disediakan penyairnya. Seperti lazimnya hampir semua kata pengantar, ia cenderung menggiring kita (: pembaca) memasuki wilayah apresiasinya. Mungkin menggoda atau... (more...)

PARA PERINTIS SURATKABAR DAN MAJALAH—WANITA

Sunday, 13 March 2011 (11:18) | 135 views | 0 komentar | Print this Article

img

PARA PERINTIS SURATKABAR DAN MAJALAH—WANITA Maman S Mahayana Majalah dan tabloid wanita, kini bertebaran di pelosok kota. Dengan mudah kita dapat menjumpai media massa khusus wanita itu. Sesungguhnya, siapakah perintis majalah atau suratkabar wanita di Indonesia? Pada tahun 1878, terbit berkala mingguan (sekarang tabloid) Insulinde. Mingguan yang diterbitkan percetakan Kolff ini, secara tegas mencantumkan subjudulnya: “Weekblad voor Nederlandse Inlandsche Vrouwen en Meisjes.”  Sejauh... (more...)

LUKA SEJARAH DALAM SAJAK-SAJAK PENYAIR RIAU

Sunday, 13 March 2011 (11:11) | 166 views | 0 komentar | Print this Article

img

LUKA SEJARAH DALAM SAJAK-SAJAK PENYAIR RIAU* Maman S. Mahayana* Kultur Melayu dengan luka sejarah masa lalu, dianggap sebagai kecelakaan dengan akibat dan kepahitannya menjadi beban generasi sekarang.  Dalam wilayah keindonesiaan, problem sosial itu tidak jarang ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan sentralitas hubungan Jakarta—Daerah yang secara faktual malah memarjinalkan puaknya. Dominasi Jakarta, dirasakan sebagai monster. Akibatnya, kehidupan masyarakat persekitaran yang penuh... (more...)

KORUPTOR DAN KOMIKUS

Sunday, 13 March 2011 (10:56) | 81 views | 0 komentar | Print this Article

img

KORUPTOR DAN KOMIKUS Maman S Mahayana Adakah hubungannya koruptor dan komikus? Tentu saja, bisa ada, bisa juga tidak. Yang jelas, keduanya profesional. Koruptor, profesional menilep kekayaan yang bukan haknya, komikus  juga profesional dalam bidang membuat cerita-cerita bergambar. Yang mempersamakan keduanya adalah kecerdasan. Maka, koruptor kelas kakap, dengan kecerdasannya, akan nyaman berkeliaran dan bebas dari jeratan hukum. Bagi komikus, kecerdasan itu perlu dikembangkan kreativitas.... (more...)

KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI

Sunday, 13 March 2011 (10:50) | 212 views | 4 komentar | Print this Article

img

KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI Oleh Maman S. Mahayana Benarkah suratkabar Soenting Melajoe, terbit pertama kali 10 Juli 1912, sebagai perintis suratkabar perempuan? Adakah fakta sejarah yang mendukung bahwa perintis suratkabar perempuan adalah Roehana Koeddoes? Menempatkan Soenting Melajoe sebagai suratkabar pertama untuk perempuan jelas merupakan penafikan sumbangan suratkabar sejenis yang beredar sebelum itu. Sebagai catatan sejarah, ia perlu diluruskan. Bagaimanapun,... (more...)

MASIH SEPUTAR PENJURIAN YANG MISTERIUS

Saturday, 5 March 2011 (10:24) | 63 views | 1 komentar | Print this Article

img

MASIH SEPUTAR PENJURIAN YANG MISTERIUS Oleh Maman S. Mahayana Sebuah amplop cukup besar, saya terima, 7 Januari 2002. Isinya, satu plakat agak mewah dan selembar surat. Ternyata, pengirimnya Panitia Panyelenggara Khatulistwa Literary Award (KLA) Indonesia’s Best Fiction Award 2000–2001. Plakat dimaksudkan sebagai simbol pernyataan keberterimaan dan barangkali juga penghargaan dari Panitia Panyelenggara, sedangkan surat dapatlah dianggap sebagai utusan panitia itu yang hendak menyampaikan... (more...)

MISTERI PENJURIAN YANG MISTERIUS

Saturday, 5 March 2011 (10:20) | 104 views | 0 komentar | Print this Article

img

MISTERI PENJURIAN YANG MISTERIUS (Catatan tambahan atas tulisan Nur Zain Hae, Agus Noor, dan Edy A. Effendi) Oleh Maman S Mahayana Tugas utama juri adalah menilai, memilih, dan memutuskan. Dalam proses menilai dan memilih, ia memanfaatkan wawasan dan profesionalitasnya. Dan dalam memutuskan, ia mempertaruhkan otoritasnya. Oleh karena itu, keputusan juri berhubungan dengan masalah moral dan etik. Moral berkaitan dengan kejujuran, kebenaran, dan objektivitas, dan etik menyangkut hal-hal yang bersifat... (more...)

IDEOLOGI SASTRA INDONESIA

Saturday, 5 March 2011 (10:10) | 358 views | 3 komentar | Print this Article

img

IDEOLOGI SASTRA INDONESIA Maman S Mahayana Dua tulisan tentang ideologi yang dimuat Kompas (Novel Ali, “Ideologi Media Massa” 15/4 dan Komaruddin Hidayat, “Reformasi tanpa Ideologi” 24/4) menegaskan pentingnya institusi, gerakan, dan teristimewa: bangsa, melandasi arah perjuangannya ke depan dengan sebuah ideologi. “Ideologi media massa berkaitan dengan idealisme yang mestinya menjadi dasar perjuangan pers nasional,” demikian Novel Ali. Sementara hal penting yang diajukan Komaruddin Hidayat... (more...)

  • Page 1 of 2
  • 1
  • 2
  • >