Monday, 23 May 2011 (12:42) | 267 views | 0 komentar | Print this Article

ELAN VITAL PARA PENYAIR DEPOK Maman S Mahayana Depok sesungguhnya mempunyai sejarah panjang tentang riwayat perjalanan kota itu, termasuk perubahan dan perkembangan kehidupan sosial-budaya masyarakatnya, meski sebagai kota administratif relatif masih baru. Dalam perjalanannya yang panjang itu, Depok masih tetap menyimpan berbagai potensi: kekayaan alam, khasnya sejumlah situ (danau), meskipun beberapa di antaranya telah disulap menjadi perumahan. Potensi budaya menyangkut beberapa bangunan bersejarah... (more...)
TAFSIR ATAS COVER MAJALAH TEMPO
Monday, 23 May 2011 (12:36) | 289 views | 0 komentar | Print this Article

TAFSIR ATAS COVER MAJALAH TEMPO Maman S Mahayana Mabes Polri memperkarakan majalah Tempo, edisi “Rekening Gendut Perwira Polisi.” Tuduhannya, Tempo menghina institusi Polri sebagaimana diatur Pasal 207 dan 208 KUHP (Kompas.com, 1 Juli 2010). Musababnya, cover majalah itu menggambarkan seseorang berseragam cokelat sedang menggiring tiga celengan babi berwarna pink dengan tali police line. “Penafsiran kami, personifikasi polisi bergaul dengan babi. Kalau itu sebut perwira menggiring babi, itu... (more...)
KELINDAN TRAGEDI DAN EKSOTISME
Monday, 23 May 2011 (12:33) | 104 views | 0 komentar | Print this Article

KELINDAN TRAGEDI DAN EKSOTISME Hanna Fransisca, Konde Penyair Han (Jakarta: Katakita, 2010), 141 halaman. Kwee Tek Hoay, awal tahun 1900-an. Perintis sastra Indonesia ini berhasil membangun tradisi berdiskusi di kalangan penulis peranakan Tionghoa. Ia juga kerap menghidupkan pantun dan syair dalam pesta para nyonya Tionghoa. Pada zamannya, sastrawan peranakan Tionghoa—sebagaimana dicatat Claudine Salmon—berhasil menyebarkan karya-karyanya ke seantero negeri ini. Sesungguhnya, dari situlah... (more...)
DUNIA ANAK-ANAK DALAM KESENGSARAAN PANJANG
Monday, 23 May 2011 (12:30) | 79 views | 0 komentar | Print this Article

DUNIA ANAK-ANAK DALAM KESENGSARAAN PANJANG Bibhutibhushan Banerji, Pater Pancali: Tembang Sepanjang Jalan, terj. Koesalah Soebagio Toer, (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1996), 491 halaman. India sungguh merupakan negeri yang amat kaya dengan tradisi kebudayaannya. Dalam sastra lisan, negeri berpenduduk hampir semiliar itu, pada abad ke-3 telah melahirkan Pancatantra karya seorang Brahmana India, yang kemudian menjadi sumber cerita-cerita binatang (fabel). Karya Valmiki, Ramayana dan Vyasa,... (more...)
Monday, 23 May 2011 (12:28) | 86 views | 0 komentar | Print this Article

9 DARI NADIRA: SEBUAH MONUMEN Leila S. Chudori, 9 dari Nadira (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Oktober 2009, xi + 270 halaman) Konsep cerpen—novel akhirnya gagal mempertahankan dirinya. 9 dari Nadira boleh mengajari para penghamba teori untuk tidak lagi bersikukuh pada konsep. Bukankah teks sastra yang melahirkan teori? Maka ia harus rela mendahulukan teks (sastra) yang berhasil menyibakkan rimbun teori dalam membuka jalan baru. Itulah yang terjadi pada 9 dari Nadira yang berada pada... (more...)












