Posted by: MahaDewa in Esai
Maman S Mahayana
Konon, salah satu fungsi sastra adalah menjadikannya semacam katarsis: pelepasan emosi ketika berbagai masalah melimpah, bertumpuk-tumpuk, membebani, dan menghimpit segala gerak pikir dan gerak rasa kita. Sastra dapat melepaskan sebagian dari segala beban itu. Di samping itu, sastra –dengan atau tanpa pretensi— sering juga dipandang sebagai ungkapan jujur dari perasaan yang terdalam. Bagi kaum romantik, sastra (: puisi) adalah limpahan perasaan yang meluap yang timbul dari renungan dalam ketenangan –atau juga dalam kegelisahan. Mereka mengusung semangat pengungkapan perasaan yang terdalam, luapan emosi yang spontan, dan ketulusan hati dalam mengangkat nilai-nilai kemanusiaan. Read the rest of this entry »
Tags: Esai, Maman S Mahayana
Posted by: MahaDewa in Esai
Kegelisahan Sekjen Departemen Pertanian
Maman S. Mahayana
Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian, Memed Gunawan, M.Sc., Ph.D. meluncurkan dua antologi puisinya, Ladang Berselimut Kabut (Jakarta, 2005; xi + 74 halaman) dan Setangkai Padi, Seisi Negeri (Jakarta, 2005; ix + 85 halaman). Taufiq Ismail dalam Kata Pengantarnya, berharap: “Betapa dahsyatnya kalau Sekjen-Sekjen Departemen lain juga menulis kumpulan puisi dalam bidangnya masing-masing.” Pertanyaannya kini: Apanya yang dahsyat? Read the rest of this entry »
Tags: Esai, Maman S Mahayana