Posts Tagged ‘Apresiasi Cerpen’

30
Oct

ESTETIKA CERPEN MELAYU SINGAPURA

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S Mahayana

Nama Suratman Markasan, bagi pembaca Indonesia, barangkali saja masih agak-agak asing. Sesungguhnya, sastrawan penting Singapura ini, sudah dikenal luas, setidak-tidaknya di Malaysia, Singapura, Brunei, dan Riau. Ia termasuk salah seorang pemenang SEA Write Award yang diberikan tahun 1989. Penghargaan itu, tentu saja merupakan bukti prestasi kepengarangannya yang berdasar pada pertimbangan kualitas karya-karya yang telah dihasilkannya. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

GENERASI “TAMU” CERPENIS INDONESIA 1980-AN

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S Mahayana

Perkembangan cerpen Indonesia mutakhir, terutama memasuki satu dasawarsa 1980-an, tidak pelak lagi, banyak ditentukan oleh perkembangan media massa. Majalah Horison yang sudah sejak lama dipandang sebagai majalah sastra—satu-satunya—yang sering juga dijadikan sebagai ‘barometer’ bagi para cerpenis pemula, kini tidak lagi dianggap demikian. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

GERAKAN SASTRAWAN “YOGYA”

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S Mahayana

Hery Mardianto, dkk. (editor), Pagelaran: Antologi 17 Cerpen

(Bentang Intervisi Utama, Yogyakarta: 1993) xxxiv + 152 halaman.

Ada kecenderungan baru dalam perkembangan cerpen Indonessia belakangan ini: munculnya antologi cerpen karya beberapa pengarang yang terbit di luar Jakarta. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

GERAK PERJALANAN ESTETIK CERPEN INDONESIA

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S. Mahayana

Cerita pendek Indonesia dalam satu dasawarsa ini, agaknya makin mengukuhkan jati dirinya. Ia tak hanya muncul seperti gelombang yang secara kuantitatif melampaui penerbitan novel dan drama, tetapi juga seperti menempatkan dalam mainstream-nya sendiri. Maka, tidak dapat lain, pembicaraan mengenai cerpen Indonesia, mesti dilekatkan pada dirinya an sich dan bukan sebagai tempelan atau sekadar pelengkap. Kini cerpen Indonesia menunjukkan jalan hidupnya yang lebih mandiri. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

ANTARA “GODLOB” DANARTO DAN “DAJAL” MANA SIKANA

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S Mahayana

Membandingkan dua karya sastra atau lebih sedikitnya dua negara yang berbeda, dalam studi sastra, termasuk ke dalam wilayah sastra bandingan (comparative literature). Syaratnya antara lain adalah bahwa karya sastra yang akan diperbandingkan setidak-tidaknya mempunyai tiga perbedaan yang menyangkut perbedaan bahasa, wilayah, dan politik. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

KEBERPIHAKAN DAN NETRALITAS

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Peluncuran dan Diskusi Buku Antologi Cerpen Hingga Batu Bicara Jakarta, Perpustakaan Nasional, 8 Desember 1999

Maman S. Mahayana

Sastra pada hakikatnya merupakan refleksi pengalaman. Pengejawantahannya sa-ngat mungkin berdasarkan pengalaman lahiriah (sensation) atau pengalaman batiniah (re-flexion). Dalam bahasa yang lebih umum, pengalaman itu mungkin saja berdasarkan peng-alaman objektif semata-mata atau mungkin juga terpaksa harus diperkaya dengan pengalam-an imajinatif dan pengalaman intelektual. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

JALUR MEMBENAM WILDAM YATIM

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S Mahayana

Ada bunyi genta kerbau sedang memamah dan suara bercakap. Sayup-sayup terdengar orang bersenandung lagu pesisir. Sekejap ia ingat sedang berbaring di kamarnya di Bandung, dan jika nanti ia meraba-raba akan sentuh tubuh istrinya, dan anak-anaknya tidur di dipan sendiri dan ia harus bangkit memperbaiki selimut mereka. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

POTRET MANUSIA MARJINAL DALAM CERPEN-CERPEN JONI ARIADINATA*

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S. Mahayana**)

00. Sastra adalah dunia yang serba mungkin; apapun bisa jadi mungkin (probability), termasuk di dalamnya, yang mustahil pun bisa saja menjadi mungkin. Jadi, dalam keser-bamungkinan atau kemustahilan itu, berbagai peristiwa yang mungkin dan yang mustahil, bisa saja terjadi sekali-sekali, gonta-ganti atau serempak secara tumpang-tindih. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

ANALISIS STRUKTURAL TERHADAP CERPEN GERSON POYK

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S Mahayana

Analisis struktural, pendekatan instrinsik, atau pendekatan objektif termasuk penelitian, telaah, atau pengkajian terhadap karya sastra sendiri. Perbedaan istilah itu lebih disebabkan oleh perbedaan cara pandang peneliti menempatkan dan memberi pengertian terhadap karya sastra. Dalam analisis struktural misalnya, karya sastra dianggap sebagai sebuah struktur: ia hadir dan dibangun oleh sejumlah unsur yang berperan secara fungsional. Read the rest of this entry »

Tags: ,

30
Oct

KEGAMANGAN MANUSIA PASCAMODERNISME

   Posted by: MahaDewa    in Esai

Maman S Mahayana

Pamusuk Eneste, Tuan Gendrik (Puspa Swara, Jakarta: 1993) v + 102 halaman.

Totalitas, kesatuan, dan pudarnya otoritas tunggal yang digantikan oleh heterogenitas dan pluralitas, merupakan beberapa ciri kehidupan manusia pascamodernisme. Bentuk hegemoni dan dominasi dengan pemanipulasian konsensus, telah menyeret ego menemui ajalnya. Read the rest of this entry »

Tags: ,