INSPIRASI KEBANGKITAN NASIONAL
Thursday, 20 November 2008 (13:02) | 43 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Bagaimana perkara sesungguhnya yang terjadi di seputar lahirnya kebangkitan nasional (20 Mei 1908) yang kerap dihubungkan dengan Boedi Oetomo (selanjutnya disingkat: BO), sebuah organisasi yang dibentuk beberapa pemuda Jawa yang seolah-olah mengesankan hendak mengusung semangat primordialisme? Sejauh mana pula signifikansi elan BO—semangat kebangsaan (Jawa?), ditempatkan sebagai organisasi awal yang menandai kebangkitan kebangsaan Indonesia? Bagaimana pula sastrawan Indonesia ketika... (more...)
Thursday, 20 November 2008 (12:59) | 28 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Indonesia laksana memasuki zaman anomali. Maka, ia perlu dilihat dari perspektif yang tak lazim, dari kenyelenehan. Atau dalam bahasa Michel Foucault yang mengutip gagasan Pascal: “Manusia pastilah demikian gilanya, sehingga –kalaupun ia tidak gila—tetap dianggap gila dari sudut pandang kegilaan yang lain.” Begitulah pada saat bangsa ini dihadapkan pada anomali dan berbagai kegilaan, harus ada peristiwa yang lebih gila. Setidaknya, harus ditempatkan sebagai kenyelenehan.... (more...)
Thursday, 20 November 2008 (12:48) | 718 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Citra (image) itu gambaran yang dihasilkan kesan mental. Citraan (imagery) adalah bayangan visual yang hadir lantaran ada sesuatu yang menyentuh saklar memori untuk mengaitkannya pada sesuatu yang lain. Sebuah kata, simbol, atau benda tertentu yang merangsang memori membayangkan atau memisualisasikan sesuatu atau peristiwa, termasuk kategori pencitraan. Ia dihadirkan memori yang di dalamnya bersemayam berbagai pengalaman. Maka ketika kata atau simbol itu mencitrakan sesuatu, memori... (more...)
Thursday, 20 November 2008 (12:45) | 22 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Bahasa itu produk budaya. Kelahiran dan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berada di sekelilingnya: letak geografi, kondisi alam, kultur, sikap hidup, dinamika sosiologis masyarakat pemakai, sejarah bangsa, dan karakteristik bahasanya itu sendiri. Kelahiran, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia, juga tidak terlepas dari berbagai faktor itu. Ia mirip aliran sungai. Mengalir berkelak-kelok, bercampur dengan aliran sungai yang lain. Membentuk kuala... (more...)
Thursday, 20 November 2008 (12:39) | 28 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Bahasa Melayu –yang kemudian menjadi bahasa Indonesia— sudah sejak lama mengandung dan mengundang sihir. Ia menyimpan kekuatan magis. Siapa pun yang berhubungan intim dengannya, bakal terjerat pesona. Menggaulinya laksana menggerayangi sesosok tubuh yang penuh misteri. Semakin mengenal selok-beloknya, semakin ingin mengungkap daya pukaunya. Di situlah, bahasa Indonesia berfungsi sebagai saluran ekspresi. Ketika bahasa etnik mampat dan gagal menjadi alat komunikasi yang dapat... (more...)
MEMBANGUN BANGSA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
Thursday, 20 November 2008 (12:24) | 53 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Indonesia adalah lanskap pelangi. Di sana, terhampar panorama warna-warni dengan beragam kultur etnik, bahasa, agama, bahkan juga ideologi. Ia menyimpan kekayaan atas keberagaman dan keberbedaan. Maka, keindonesiaan sejatinya adalah keberagaman dan keberbedaan itu yang dalam ideologi negara dirumuskan dalam satu kata: kebhinekaan. Keindonesiaan yang menyatukan segala keberagaman dan keberbedaan itu. Jadi, yang dimaksud keindonesiaan adalah sebuah lanskap multikultural. Di sana bersemayam... (more...)
Wednesday, 22 October 2008 (09:28) | 24 views | 1 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Literature is a spirit of culture. It is born from a very complicated process of the author anxiety upon the social condition and a tension between individual and his surrounding culture. Literature is also frequently located as the social portray. It reveals the particular society at the particular time. It is sometimes considered to voice the spirit of its period. And it is there that literature gives the specific understanding about social situation, belief system, ideology,... (more...)
Wednesday, 22 October 2008 (09:25) | 202 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Return to the Right Path Compared to the works of the other country literary life, Indonesian literature, or novel in particular, is actually born and grown up in a specific socio-cultural dynamic. It is specific because of its ability to manifest the Indonesian heterogeneity along with their various cultures. Indonesian novels seem to be the representation of the spirit, or even the culture of the Indonesian ethnic and its socio-cultural environment. (more…) Read More →
Wednesday, 22 October 2008 (09:12) | 131 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Literature is the spirit of culture. It is born through a complicated process as the result of the literary persons’ anxieties upon the social condition in its tension with his culture. Sometimes, literature emerges as a social protest to portray the social condition at a particular time. It is also viewed as the spirit of its age. And from there, literature contribute the particular insight upon the social situation, belief system, ideology, and... (more...)
Wednesday, 22 October 2008 (09:03) | 31 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Relationship between novel and philosophy in the modern Indonesian novel is heavily influenced by the western philosophy, particularly existentialism. In this case, Iwan Simatupang, can be called as a pioneer, although Djamil Suherman’s role in Perjalanan ke Akherat (1963), viewed from Islamic Philosophy Islam, could not be undermined. (more…) Read More →












