MUDIK DI INDONESIA DAN KOREA

Thursday, 15 September 2011 (18:53) | 155 views | 3 komentar | Print this Article

img

MUDIK DI INDONESIA DAN KOREA * Maman S Mahayana * Mudik (dalam bahasa Indonesia) sekarang ini dimaknai sebagai pulang kampung; pergi menuju kampung halaman. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2005: hlm. 758) mencatat dua pengertian kata mudik: (1) (berlayar pergi, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman); (2) (cak) pulang ke kampung halaman. Pengertian yang kedua ini sesungguhnya merupakan penyempitan makna dari kata mudik dalam pengertian pertama. Jadi, kata mudik secara etimologis telah mengalami... (more...)

KEGELISAHAN SEORANG BETAWI

Thursday, 15 September 2011 (18:35) | 234 views | 2 komentar | Print this Article

img

KEGELISAHAN SEORANG BETAWI * Maman S Mahayana * Betawi, Jakarta, Batavia, Jayakarta, Jacatra adalah nama-nama wilayah etnik, geografik, historis, dan administratif, bahkan juga lokalitas dalam lingkup budaya. Perbincangannya, tidak  terhindarkan, meliputi kehidupan sosial-politik-budaya penduduk yang mendiami daerah itu. Di dalamnya, termasuklah komunitas etnik Betawi yang mengklaim sebagai penduduk asli di  kawasan itu dengan sejarah panjang berada di belakangnya. Jakarta adalah wilayah administratif... (more...)

SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA

Thursday, 15 September 2011 (18:30) | 67 views | 3 komentar | Print this Article

img

SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA Maman S Mahayana Sastera lahir dari sebuah gagasan, pemikiran, ide. Meski begitu, gagasan, pemikiran, ide pengarang itu, tidak serta-merta tumpah begitu saja sebagaimana adanya. Di sana, ada proses pengendapan, penghayatan, dan evaluasi berdasarkan pengalaman pribadi pengarang. Maka, karya sastera tidak sekadar serpihan sebongkah gagasan, pemikiran atau ide, melainkan wujud sebagai kolaborasi, percampurbauran antara gagasan, pemikiran, dan... (more...)

RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA

Thursday, 15 September 2011 (18:15) | 382 views | 0 komentar | Print this Article

img

RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA Maman S Mahayana * Pembuka Kata Perbincangan tentang “Ruh dan Ideologi Puisi Nusantara” ibarat pencarian jalan pulang dalam sebuah rimba-raya yang luas, penuh belukar, dan unik; khas. Perbincangan itu tidak sekadar upaya “menemukan” kembali masa lalu yang belum terang, mungkin agak gelap, dan boleh jadi juga sesat, tetapi punya posisi penting sebagai tindak meretas jalan ke depan yang lebih sesuai dengan jiwa dan karakteristik jati diri pemilik sah negeri... (more...)

ELAN VITAL PARA PENYAIR DEPOK

Monday, 23 May 2011 (12:42) | 163 views | 0 komentar | Print this Article

img

ELAN VITAL PARA PENYAIR DEPOK Maman S Mahayana Depok sesungguhnya mempunyai sejarah panjang tentang riwayat perjalanan kota itu, termasuk perubahan dan perkembangan kehidupan sosial-budaya masyarakatnya, meski sebagai kota administratif relatif masih baru.  Dalam perjalanannya yang panjang itu, Depok masih tetap menyimpan berbagai potensi: kekayaan alam, khasnya sejumlah situ (danau), meskipun beberapa di antaranya telah disulap menjadi perumahan. Potensi budaya menyangkut beberapa bangunan bersejarah... (more...)

MOMENTUM SASTRA MONUMENTAL

Sunday, 13 March 2011 (12:09) | 514 views | 1 komentar | Print this Article

img

MOMENTUM SASTRA MONUMENTAL Maman S Mahayana Sastra tidak datang dari langit. Tidak juga diturunkan para malaikat. Sastra lahir dari proses yang kompleks. Ke belakang, ada kegelisahan sastrawan dalam menyikapi situasi sosial di sekitarnya. Ke depan, ada visi tertentu yang menjadi tujuan. Pada saat karya itu terbit, ada momentum. Momentum inilah yang sering kali justru membawa karya itu menjadi monumen. Sejarah telah berbicara banyak mengenai itu. Puisi Muhammad Yamin, “Indonesia Tumpah Darahku”... (more...)

MANUSIA PASCATRADISIONAL MARHALIM ZAINI

Sunday, 13 March 2011 (11:45) | 114 views | 0 komentar | Print this Article

img

MANUSIA PASCATRADISIONAL MARHALIM ZAINI Catatan atas Antologi Langgam Negeri Puisi Maman S. Mahayana Antologi Langgam Negeri Puisi (LNP) (Dewan Kesenian Bengkalis, 2004, 84 halaman) karya Marhalim Zaini (MZ) berisi 69 puisi. Kata Pengantar Taufik Ikram Jamil membantu kita menemukan semacam pintu masuk dari sejumlah pintu lain yang disediakan penyairnya. Seperti lazimnya hampir semua kata pengantar, ia cenderung menggiring kita (: pembaca) memasuki wilayah apresiasinya. Mungkin menggoda atau... (more...)

LUKA SEJARAH DALAM SAJAK-SAJAK PENYAIR RIAU

Sunday, 13 March 2011 (11:11) | 166 views | 0 komentar | Print this Article

img

LUKA SEJARAH DALAM SAJAK-SAJAK PENYAIR RIAU* Maman S. Mahayana* Kultur Melayu dengan luka sejarah masa lalu, dianggap sebagai kecelakaan dengan akibat dan kepahitannya menjadi beban generasi sekarang.  Dalam wilayah keindonesiaan, problem sosial itu tidak jarang ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan sentralitas hubungan Jakarta—Daerah yang secara faktual malah memarjinalkan puaknya. Dominasi Jakarta, dirasakan sebagai monster. Akibatnya, kehidupan masyarakat persekitaran yang penuh... (more...)

KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI

Sunday, 13 March 2011 (10:50) | 212 views | 4 komentar | Print this Article

img

KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI Oleh Maman S. Mahayana Benarkah suratkabar Soenting Melajoe, terbit pertama kali 10 Juli 1912, sebagai perintis suratkabar perempuan? Adakah fakta sejarah yang mendukung bahwa perintis suratkabar perempuan adalah Roehana Koeddoes? Menempatkan Soenting Melajoe sebagai suratkabar pertama untuk perempuan jelas merupakan penafikan sumbangan suratkabar sejenis yang beredar sebelum itu. Sebagai catatan sejarah, ia perlu diluruskan. Bagaimanapun,... (more...)

MASIH SEPUTAR PENJURIAN YANG MISTERIUS

Saturday, 5 March 2011 (10:24) | 63 views | 1 komentar | Print this Article

img

MASIH SEPUTAR PENJURIAN YANG MISTERIUS Oleh Maman S. Mahayana Sebuah amplop cukup besar, saya terima, 7 Januari 2002. Isinya, satu plakat agak mewah dan selembar surat. Ternyata, pengirimnya Panitia Panyelenggara Khatulistwa Literary Award (KLA) Indonesia’s Best Fiction Award 2000–2001. Plakat dimaksudkan sebagai simbol pernyataan keberterimaan dan barangkali juga penghargaan dari Panitia Panyelenggara, sedangkan surat dapatlah dianggap sebagai utusan panitia itu yang hendak menyampaikan... (more...)