CITRA WANITA INDIA DALAM NOVEL MADU DALAM SARINGAN

Wednesday, 2 May 2012 (12:22) | 72 views | 0 komentar | Print this Article

img

CITRA WANITA INDIA DALAM NOVEL MADU DALAM SARINGAN* Maman S Mahayana Universitas Indonesia Mengherankan, dibandingkan dengan pengaruh kesusastraan klasik India—kisah Ramayana atau Mahabharata, misalnya—yang jejaknya dapat dengan mudah dijumpai dalam khazanah kesusastraan Indonesia, pengaruh kesusastraan kontemporer India di Indonesia, tampaknya seperti hampir tak terdengar, laksana tak berpengaruh, dan terkesan begitu asing.[1] Padahal, di samping epos Ramayana dan Mahabharata, sejak zaman Pujangga... (more...)

PERTEMUAN DUA BUDAYA: INDONESIA—KOREA

Wednesday, 2 May 2012 (12:09) | 98 views | 0 komentar | Print this Article

img

PERTEMUAN DUA BUDAYA: INDONESIA—KOREA * Maman S Mahayana Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) adalah dua bangsa yang berbeda dalam banyak hal, tetapi juga mempunyai sejumlah persamaan dalam hal yang lain. Terjadinya kesalahpahaman dalam beberapa kasus sesungguhnya bukan lantaran orang Indonesia atau orang Korea menyenangi perselisihan atau pertengkaran, melainkan lebih disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang tradisi budaya kedua bangsa. Oleh karena itu, sejalan dengan meningkatnya hubungan... (more...)

CERPENIS SUFISTIK: MOHAMMAD FUDOLI ZAINI (BAGIAN II)

Sunday, 22 April 2012 (12:39) | 20 views | 0 komentar | Print this Article

img

CERPENIS SUFISTIK: MOHAMMAD FUDOLI ZAINI (BAGIAN II) Maman S. Mahayana* Ulasan ringkas atas cerpen “Si Kakek dan Burung Dara” ini tentu saja belum mengungkapkan banyak hal tentang kekayaan makna teks itu. Gambaran atau pernyataan simbolik di balik peristiwa-peristiwa yang diangkat dalam cerpen ini menunjukkan adanya kesadaran sufistik pada diri Fudoli Zaini. Sungguh, membaca dan meresapi cerpen yang penuh simbol dan metafor ini, kita seperti dibawa memasuki renungan mistik Jalal Ad-din Rumi.... (more...)

CERPENIS SUFISTIK: MOHAMMAD FUDOLI ZAINI (BAGIAN I)

Sunday, 22 April 2012 (11:50) | 34 views | 0 komentar | Print this Article

img

CERPENIS SUFISTIK: MOHAMMAD FUDOLI ZAINI (BAGIAN I) Maman S. Mahayana* Jika kita mencermati dua buku A. Teeuw,[1] maka kita akan berhadapan dengan kesia-siaan saja mencari nama Mohammad Fudoli Zaini. Sangat mengherankan, kritikus sastra Indonesia yang sampai sekarang oleh banyak pengamat sastra Indonesia dipandang sebagai kritikus paling berwibawa dan sangat berpengaruh itu, bisa luput menyinggung nama Mohammad Fudoli Zaini. Padahal, H.B. Jassin dalam Angkatan ’66: Prosa dan Puisi (Jakarta: Gunung... (more...)

KEGELISAHAN SEORANG BETAWI

Thursday, 15 September 2011 (18:35) | 328 views | 2 komentar | Print this Article

img

KEGELISAHAN SEORANG BETAWI * Maman S Mahayana * Betawi, Jakarta, Batavia, Jayakarta, Jacatra adalah nama-nama wilayah etnik, geografik, historis, dan administratif, bahkan juga lokalitas dalam lingkup budaya. Perbincangannya, tidak  terhindarkan, meliputi kehidupan sosial-politik-budaya penduduk yang mendiami daerah itu. Di dalamnya, termasuklah komunitas etnik Betawi yang mengklaim sebagai penduduk asli di  kawasan itu dengan sejarah panjang berada di belakangnya. Jakarta adalah wilayah administratif... (more...)

SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA

Thursday, 15 September 2011 (18:30) | 84 views | 3 komentar | Print this Article

img

SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA Maman S Mahayana Sastera lahir dari sebuah gagasan, pemikiran, ide. Meski begitu, gagasan, pemikiran, ide pengarang itu, tidak serta-merta tumpah begitu saja sebagaimana adanya. Di sana, ada proses pengendapan, penghayatan, dan evaluasi berdasarkan pengalaman pribadi pengarang. Maka, karya sastera tidak sekadar serpihan sebongkah gagasan, pemikiran atau ide, melainkan wujud sebagai kolaborasi, percampurbauran antara gagasan, pemikiran, dan... (more...)

RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA

Thursday, 15 September 2011 (18:15) | 453 views | 0 komentar | Print this Article

img

RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA Maman S Mahayana * Pembuka Kata Perbincangan tentang “Ruh dan Ideologi Puisi Nusantara” ibarat pencarian jalan pulang dalam sebuah rimba-raya yang luas, penuh belukar, dan unik; khas. Perbincangan itu tidak sekadar upaya “menemukan” kembali masa lalu yang belum terang, mungkin agak gelap, dan boleh jadi juga sesat, tetapi punya posisi penting sebagai tindak meretas jalan ke depan yang lebih sesuai dengan jiwa dan karakteristik jati diri pemilik sah negeri... (more...)

PENELITIAN SASTRA: LAHAN YANG LUAS DAN BERLIMPAH

Thursday, 14 October 2010 (06:06) | 1,184 views | 0 komentar | Print this Article

img

PENELITIAN SASTRA: LAHAN YANG LUAS DAN BERLIMPAH Maman S. Mahayana Lahan atau objek kajian dalam penelitian kesusastraan sesungguhnya begitu berlimpah. Barangkali juga, selama manusia memerlukan sastra, selama itu pula terbuka peluang bagi sesiapa pun untuk melakukan penelitian terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan keberadaan sastra. Keadaan tersebut tentu saja dimungkinkan oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya, dapatlah disebutkan berikut ini. Pertama,... (more...)

MENGUSUNG SUMBER SEGALA SUMBER

Friday, 8 October 2010 (17:51) | 58 views | 1 komentar | Print this Article

img

MENGUSUNG SUMBER SEGALA SUMBER Maman S Mahayana Kami adalah ahli waris  jang sah dari kebudajaan dunia dan kebudajaan  ini kami teruskan dengan tjara kami sendiri. Kami lahir dari kalangan orang-banjak dan pengertian rakjat  bagi kami adalah kumpulan tjampur-baur dari mana dunia-dunia baru jang sehat dapat dilahirkan. Itulah alinea pembuka Surat Kepercayaan Gelanggang yang bertarikh 18 Februari 1950, namun baru dimuat dalam majalah Siasat, 22 Oktober 1950. Lalu masalah apa pula yang melatarbelakangi... (more...)

ANGKATAN SASTRA 2000: MENENGOK MASA LALU, MENATAP MASA DEPAN

Friday, 8 October 2010 (17:46) | 611 views | 2 komentar | Print this Article

img

ANGKATAN SASTRA 2000 MENENGOK MASA LALU, MENATAP MASA DEPAN* Maman S Mahayana* Masalah angkatan dalam kesusastraan Indonesia, belakangan ini, ramai menjadi wacana perdebatan. Perlukah sebuah angkatan dilahirkan? Sesungguhnya, sebuah angkatan lahir dan bergulir dengan sendirinya mengikuti gejolak dan tuntutan zaman. Ia lahir dan mengada dari sebuah gerakan yang memperlihatkan adanya semangat, cita-cita, ideologi, elan atau pemberontakan yang relatif homogen. Homogenitas inilah yang mempertemukan... (more...)