KEGELISAHAN SEORANG BETAWI

Thursday, 15 September 2011 (18:35) | 234 views | 2 komentar | Print this Article

img

KEGELISAHAN SEORANG BETAWI * Maman S Mahayana * Betawi, Jakarta, Batavia, Jayakarta, Jacatra adalah nama-nama wilayah etnik, geografik, historis, dan administratif, bahkan juga lokalitas dalam lingkup budaya. Perbincangannya, tidak  terhindarkan, meliputi kehidupan sosial-politik-budaya penduduk yang mendiami daerah itu. Di dalamnya, termasuklah komunitas etnik Betawi yang mengklaim sebagai penduduk asli di  kawasan itu dengan sejarah panjang berada di belakangnya. Jakarta adalah wilayah administratif... (more...)

SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA

Thursday, 15 September 2011 (18:30) | 67 views | 3 komentar | Print this Article

img

SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA Maman S Mahayana Sastera lahir dari sebuah gagasan, pemikiran, ide. Meski begitu, gagasan, pemikiran, ide pengarang itu, tidak serta-merta tumpah begitu saja sebagaimana adanya. Di sana, ada proses pengendapan, penghayatan, dan evaluasi berdasarkan pengalaman pribadi pengarang. Maka, karya sastera tidak sekadar serpihan sebongkah gagasan, pemikiran atau ide, melainkan wujud sebagai kolaborasi, percampurbauran antara gagasan, pemikiran, dan... (more...)

RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA

Thursday, 15 September 2011 (18:15) | 382 views | 0 komentar | Print this Article

img

RUH DAN IDEOLOGI PUISI NUSANTARA Maman S Mahayana * Pembuka Kata Perbincangan tentang “Ruh dan Ideologi Puisi Nusantara” ibarat pencarian jalan pulang dalam sebuah rimba-raya yang luas, penuh belukar, dan unik; khas. Perbincangan itu tidak sekadar upaya “menemukan” kembali masa lalu yang belum terang, mungkin agak gelap, dan boleh jadi juga sesat, tetapi punya posisi penting sebagai tindak meretas jalan ke depan yang lebih sesuai dengan jiwa dan karakteristik jati diri pemilik sah negeri... (more...)

PENELITIAN SASTRA: LAHAN YANG LUAS DAN BERLIMPAH

Thursday, 14 October 2010 (06:06) | 877 views | 0 komentar | Print this Article

img

PENELITIAN SASTRA: LAHAN YANG LUAS DAN BERLIMPAH Maman S. Mahayana Lahan atau objek kajian dalam penelitian kesusastraan sesungguhnya begitu berlimpah. Barangkali juga, selama manusia memerlukan sastra, selama itu pula terbuka peluang bagi sesiapa pun untuk melakukan penelitian terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan keberadaan sastra. Keadaan tersebut tentu saja dimungkinkan oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya, dapatlah disebutkan berikut ini. Pertama,... (more...)

MENGUSUNG SUMBER SEGALA SUMBER

Friday, 8 October 2010 (17:51) | 52 views | 1 komentar | Print this Article

img

MENGUSUNG SUMBER SEGALA SUMBER Maman S Mahayana Kami adalah ahli waris  jang sah dari kebudajaan dunia dan kebudajaan  ini kami teruskan dengan tjara kami sendiri. Kami lahir dari kalangan orang-banjak dan pengertian rakjat  bagi kami adalah kumpulan tjampur-baur dari mana dunia-dunia baru jang sehat dapat dilahirkan. Itulah alinea pembuka Surat Kepercayaan Gelanggang yang bertarikh 18 Februari 1950, namun baru dimuat dalam majalah Siasat, 22 Oktober 1950. Lalu masalah apa pula yang melatarbelakangi... (more...)

ANGKATAN SASTRA 2000: MENENGOK MASA LALU, MENATAP MASA DEPAN

Friday, 8 October 2010 (17:46) | 559 views | 2 komentar | Print this Article

img

ANGKATAN SASTRA 2000 MENENGOK MASA LALU, MENATAP MASA DEPAN* Maman S Mahayana* Masalah angkatan dalam kesusastraan Indonesia, belakangan ini, ramai menjadi wacana perdebatan. Perlukah sebuah angkatan dilahirkan? Sesungguhnya, sebuah angkatan lahir dan bergulir dengan sendirinya mengikuti gejolak dan tuntutan zaman. Ia lahir dan mengada dari sebuah gerakan yang memperlihatkan adanya semangat, cita-cita, ideologi, elan atau pemberontakan yang relatif homogen. Homogenitas inilah yang mempertemukan... (more...)

HUBUNGAN BUDAYA MELAYU MELALUI TEATER

Friday, 8 October 2010 (17:41) | 302 views | 0 komentar | Print this Article

img

HUBUNGAN BUDAYA MELAYU MELALUI TEATER  Maman S. Mahayana *) Apa yang dapat dilakukan teater dalam menjalin hubungan budaya Melayu bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara ini? Apa pula relevansinya dengan budaya Melayu sementara hubungan antarbangsa di kawasan ini tidak menghadapi masalah yang mengkhawatirkan? Adakah signifikansi hubungan itu dalam meningkatkan kerja sama kultural masyarakat di kawasan ini? Sejumlah pertanyaan lain tentu saja dapat kita sampaikan lebih panjang lagi. Bagaimanapun... (more...)

PERJALANAN ESTETIKA LOKAL CERPEN INDONESIA

Friday, 8 October 2010 (17:35) | 212 views | 5 komentar | Print this Article

img

PERJALANAN ESTETIKA LOKAL CERPEN INDONESIAï Maman S. Mahayana *) Lokalitas sebagai konsep umum berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas atau dibatasi oleh wilayah lain. Dalam konsep politik, lokalitas berkaian dengan wilayah kekuasaan yang terbatas. Tetapi, dalam konteks budaya, lokalitas sesungguhnya erat kaitannya dengan komunitas kultural, termasuk di dalamnya persoalan etnisitas. Ia merupakan sebuah wilayah yang masyarakatnya secara mandiri bertindak sebagai pelaku dan pendukung... (more...)

NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT KOREA—INDONESIA

Saturday, 11 September 2010 (15:20) | 1,646 views | 0 komentar | Print this Article

img

NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT KOREA—INDONESIA* Maman S Mahayana* /1/ Dibandingkan hubungan kebudayaan Indonesia—India, Indonesia-Cina, atau Indonesia—Jepang,1 hubungan kebudayaan Indonesia—Korea Selatan (selanjutnya disingkat Korsel), relatif baru terjadi belakangan.2 Tak begitu jelas, bagaimana hubungan kebudayaan kedua negara sebelum berakhir Perang Dunia Kedua. Tetapi setelah Korsel memulai pembangunan ekonomi dengan berbagai infrastrukturnya, serta mulai meningkatnya perkembangan... (more...)

KEBARUAN DALAM 9 DARI NADIRA

Saturday, 11 September 2010 (15:18) | 193 views | 0 komentar | Print this Article

img

KEBARUAN DALAM 9 DARI NADIRA * Maman S Mahayana* Konsep cerpen—novel akhirnya gagal mempertahankan dirinya.1 9 dari Nadira (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Oktober 2009, xi + 270 halaman) karya Leila S. Chudori boleh mengajari para penghamba teori untuk tidak lagi bersikukuh pada konsep.2 Bukankah teks sastra yang melahirkan teori? Maka ia harus rela mendahulukan teks (sastra) yang berhasil menyibakkan rimbun teori dalam membuka jalan baru. Itulah yang terjadi pada 9 dari Nadira yang berada... (more...)