FAKTA—FIKSI DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA

Saturday, 11 September 2010 (15:14) | 630 views | 0 komentar | Print this Article

img

FAKTA—FIKSI DALAM NOVEL SENJA DI JAKARTA* Maman S Mahayana? Adanya pendekatan sosiologis dalam kritik sastra sebenarnya dimungkinkan karena kesusastraan berurusan dengan dunia manusia, atau dunia simbolik yang mengacu pada kehidupan manusia. Karya sastra adalah produk pengarang yang hidup di lingkungan sosial. Dengan begitu, karya sastra merupakan dunia imajinatif pengarang yang selalu terkait dengan kehidupan sosial. Pengarang sebagai anggota masyarakat, dilahirkan, dibesarkan, dan memperoleh... (more...)

OLIMPIADE SASTRA: MEMBANGUN PARADIGMA

Saturday, 11 September 2010 (15:12) | 186 views | 1 komentar | Print this Article

img

OLIMPIADE SASTRA: MEMBANGUN PARADIGMA Maman S Mahayana Olimpiade mulanya dimaksudkan sebagai penghormatan pada Zeus, Dewa Yunani kuno. Perayaan yang diselenggarakan di kota Olympia, Yunani itu sebagai cikal bakal pesta olahraga sejagat yang hingga kini diyakini sebagai perhelatan olahraga paling bergengsi dan reputasional. Pierre de Coubertin yang konon bertindak sebagai orang pertama yang membawa perhelatan itu menjadi olimpiade modern yang diselenggarakan pertama kali di Athena, Yunani tahun 1896.... (more...)

REALITAS—FIKSIONAL OLENKA

Saturday, 11 September 2010 (15:10) | 218 views | 0 komentar | Print this Article

img

REALITAS—FIKSIONAL OLENKA* Maman S Mahayana Syahdan, menurut para pandita sastra, sastra kerap dirubung ketegangan antara tradisi dan inovasi, antara konvensi dan eksperimentasi. Tarik-menarik dua kekuatan itulah yang menjadikan sastra –dan dalam pengertian yang lebih luas, kesenian—kebudayaan—menggelinding menghancurkan sakralitas tradisi, sehingga menghasilkan karya-karya inovatif. Ketegangan itu pula yang memaksa terjadinya tabrakan yang lalu melahirkan karya-karya eksperimental. Begitulah... (more...)

CERPENIS SUFISTIK: MOHAMMAD FUDOLI ZAINI

Saturday, 11 September 2010 (15:08) | 288 views | 0 komentar | Print this Article

img

Maman S. Mahayana* Jika kita mencermati dua buku A. Teeuw,1 maka kita akan berhadapan dengan kesia-siaan saja mencari nama Mohammad Fudoli Zaini. Sangat mengherankan, kritikus sastra Indonesia yang sampai sekarang oleh banyak pengamat sastra Indonesia dipandang sebagai kritikus paling berwibawa dan sangat berpengaruh itu, bisa luput menyinggung nama Mohammad Fudoli Zaini. Padahal, H.B. Jassin dalam Angkatan ’66: Prosa dan Puisi (Jakarta: Gunung Agung, 1976) pernah memuat salah satu cerpen Fudoli... (more...)

SASTRA ACEH: SEBUAH PERJALANAN PANJANG

Saturday, 11 September 2010 (15:04) | 453 views | 1 komentar | Print this Article

img

SASTRA ACEH: SEBUAH PERJALANAN PANJANG DARI HAMZAH FANSURI SAMPAI GENERASI TERKINI * Maman S. Mahayana ** Membicarakan perjalanan sastra Aceh dengan rentang waktu yang begitu panjang (dari Hamzah Fansuri sampai Generasi Terkini) adalah tugas mahaberat yang keseluruhan perjalanannya mustahil dapat diungkapkan dalam beberapa halaman saja. Oleh karena itu, pembicaraan ini sesungguhnya sekadar gambaran umum, bagaimana sastra Aceh bergulir, menggelinding dan kemudian menjadi salah satu bagian penting... (more...)