KELINDAN TRAGEDI DAN EKSOTISME
Monday, 23 May 2011 (12:33) | 74 views | 0 komentar | Print this Article

KELINDAN TRAGEDI DAN EKSOTISME Hanna Fransisca, Konde Penyair Han (Jakarta: Katakita, 2010), 141 halaman. Kwee Tek Hoay, awal tahun 1900-an. Perintis sastra Indonesia ini berhasil membangun tradisi berdiskusi di kalangan penulis peranakan Tionghoa. Ia juga kerap menghidupkan pantun dan syair dalam pesta para nyonya Tionghoa. Pada zamannya, sastrawan peranakan Tionghoa—sebagaimana dicatat Claudine Salmon—berhasil menyebarkan karya-karyanya ke seantero negeri ini. Sesungguhnya, dari situlah... (more...)
DUNIA ANAK-ANAK DALAM KESENGSARAAN PANJANG
Monday, 23 May 2011 (12:30) | 61 views | 0 komentar | Print this Article

DUNIA ANAK-ANAK DALAM KESENGSARAAN PANJANG Bibhutibhushan Banerji, Pater Pancali: Tembang Sepanjang Jalan, terj. Koesalah Soebagio Toer, (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1996), 491 halaman. India sungguh merupakan negeri yang amat kaya dengan tradisi kebudayaannya. Dalam sastra lisan, negeri berpenduduk hampir semiliar itu, pada abad ke-3 telah melahirkan Pancatantra karya seorang Brahmana India, yang kemudian menjadi sumber cerita-cerita binatang (fabel). Karya Valmiki, Ramayana dan Vyasa,... (more...)
Monday, 23 May 2011 (12:28) | 58 views | 0 komentar | Print this Article

9 DARI NADIRA: SEBUAH MONUMEN Leila S. Chudori, 9 dari Nadira (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Oktober 2009, xi + 270 halaman) Konsep cerpen—novel akhirnya gagal mempertahankan dirinya. 9 dari Nadira boleh mengajari para penghamba teori untuk tidak lagi bersikukuh pada konsep. Bukankah teks sastra yang melahirkan teori? Maka ia harus rela mendahulukan teks (sastra) yang berhasil menyibakkan rimbun teori dalam membuka jalan baru. Itulah yang terjadi pada 9 dari Nadira yang berada pada... (more...)
BIODATA RINGKAS SASTRAWAN INDONESIA
Thursday, 14 October 2010 (05:40) | 1,332 views | 1 komentar | Print this Article

BIODATA RINGKAS SASTRAWAN INDONESIA Oleh Maman S. Mahayana “Tidak ada satu pun kamus yang sempurna!” Demikianlah pernyataan ini ibarat sebuah rumus yang diberlakukan dalam bidang leksikografi; sebuah ilmu yang mempela-jari selok-belok dunia perkamusan. Ketika sebuah kamus selesai disusun dan kemudian masuk dalam proses penerbitan, ketika itu pula muncul entri-entri (butir masukan) baru yang harusnya tercatat dalam kamus yang bersangkutan. Jadilah kamus itu... (more...)
MENGEMBALIKAN ABDULLAH MUNSYI KE JALAN YANG BENAR
Sunday, 19 September 2010 (08:51) | 90 views | 0 komentar | Print this Article

MENGEMBALIKAN ABDULLAH MUNSYI KE JALAN YANG BENAR Amin Sweeney, Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama École Française d’Extrême-Orient, 2005, xxiv + 370 hlm. Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, pujangga masa lalu yang meninggalkan begitu banyak kontroversi. Dalam sastra Indonesia, ia ditempatkan sebagai tokoh periode transisi, perintis yang konon membawa sastra Melayu lama memasuki sastra Indonesia modern. Di sana, seolah-olah ada garis... (more...)
PARODI ‘SYAHWAT’ DAN PROBLEM JENDER
Sunday, 19 September 2010 (08:46) | 40 views | 0 komentar | Print this Article

PARODI ‘SYAHWAT’ DAN PROBLEM JENDER Cerpen, sebagai cerita rekaan yang mengolah fakta menjadi fiksi, berada dalam dunia yang di sana keserbamungkinan dan kebolehjadiannya bisa dihadirkan dalam serangkaian peristiwa. Jadi, rentetan kisahan dalam cerpen, boleh kita curigai sebagai peristiwa yang serba mungkin. Semuanya sah, lantaran imajinasi bisa menembus ruang dan waktu, bahkan juga dapat seenaknya menabrak apa pun, termasuk logika formal. Bagi pembaca, segala keserbamungkinan... (more...)
Sunday, 19 September 2010 (08:42) | 132 views | 0 komentar | Print this Article

PETA SASTRA TAMADUN MELAYU Edi Sedyawati, dkk., Sastra Melayu Lintas Daerah, Jakarta: Pusat Bahasa, 2006, xii + 419 halaman. “Tak kenal maka tak sayang.” Itulah yang terjadi pada dunia Melayu, khasnya yang menyangkut selok-belok ketamadunannya (peradaban). Dunia Melayu yang pernah dicitrakan para orientalis sebagai bangsa Timur –pribumi—yang serbaterbelakang, sesungguhnya menyimpan kekayaan tamadun yang agung. Sejak lama ketamadunannya itu wujud dan mendapat... (more...)
PROBLEM HUBUNGAN SASTRA DAN AGAMA?
Sunday, 19 September 2010 (06:45) | 215 views | 0 komentar | Print this Article

PROBLEM HUBUNGAN SASTRA DAN AGAMA? Maman S. Mahayana* Di tengah kesenyapan penerbitan buku-buku kritik dan ingar-bingar serbuan novel, antologi cerpen, antologi puisi dan, naskah drama, kehadiran buku Sastra dan Agama (Jakarta: Yayasan Ngali Aksara bekerja sama dengan Penerbit Penamadani, xxiv + 313 halanan) karya Marwan Saridjo ini, laksana gerimis di tengah kemarau panjang kritik sastra Indonesia. Lebih daripada itu, buku ini juga boleh dikatakan mengisi dahaga atas kerontangnya pembicaraan... (more...)
SIHIR YOUJIN: MENULIS DENGAN HATI
Sunday, 19 September 2010 (06:37) | 40 views | 0 komentar | Print this Article

SIHIR YOUJIN: MENULIS DENGAN HATI Youjin, Air Ajaib yang Merana, Alihbahasa: Wilson Tjandinegara. Jakarta: Perhimpunan Penulis Yin-Hua (Tionghoa—Indonesia), 2007, xii + 231 halaman. Ketika bahasa –bahkan apa pun—diperlakukan dengan sentuhan cinta, maka yang memancar dari pengejawantahannya, tidak lain adalah aroma cinta itu sendiri. Tanpa sadar, ia menyelusup, menggoda hati, dan kita akan selalu gagal menolak pesonanya. Ketika cinta dan suasana hati dirangkaikan... (more...)
AKROBAT KATA-KATA SANG RAJA MANTRA
Sunday, 19 September 2010 (06:32) | 140 views | 0 komentar | Print this Article

AKROBAT KATA-KATA SANG RAJA MANTRA Sutardji Calzoum Bachri, Isyarat (Yogyakarta: Indonesia Tera, 2007), xix + 505 halaman “Menulis bagi saya adalah upaya untuk mengucap, suatu kata kerja yang memiliki makna khusus dalam kebudayaan Melayu” (hlm. vii). Begitulah Sutardji Calzoum Bachri (SCB) mengawali pengantar buku kumpulan esainya, Isyarat (Yogyakarta: Indonesia Tera, 2007, xix + 505 halaman). Selepas itu, kita disodori esai pembuka (hlm. xv—xvii) yang menegaskan... (more...)












