Dunia Gila Kehidupan Gelandangan

Tuesday, 19 February 2013 (08:24) | 111 views | 2 komentar | Print this Article

img

Joni Ariadinata, Kali Mati (Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1999) vi + 164 hlm. Dunia sastra adalah dunia yang seba mungkin. Dan keserbamungkinan ini lahir dari sebuah proses penjelajahan imajinasi. Mengingat penjelajahan imajinasi dapat mene-robos dimensi ruang dan waktu, maka dunia sastra boleh jadi bolak-balik antara masa lalu, kini, dan masa datang; atau ia juga dapat menclak-menclok dari ruang yang satu ke ruang yang lain. Bahwa kemudian penjelajahan imajinatif itu terkesan terbata-bata,... (more...)

TAFSIR IDEOLOGIS MAHABHARATA

Monday, 9 July 2012 (18:34) | 146 views | 0 komentar | Print this Article

img

TAFSIR IDEOLOGIS MAHABHARATA Maman S Mahayana Judul: Gandamayu Pengarang: Putu Fajar Arcana Penerbit: Penerbit Buku Kompas Cetakan: I, Januari 2012 Tebal: xv + 189 halaman ISBN: 978-979-709-622-9 Cerita berbingkai (frame story), cerita melingkar (cycles of tales), atau cerita dalam cerita, konon sudah sejak abad ke-3 begitu populer di India. Mereka disebut: percakapan yang menyenangkan (Akhyayikakatha). Dari sana, pengaruhnya merayap ke Irak yang melahirkan Cerita Seribu... (more...)

TAUFIQ ISMAIL: MENULIS DENGAN KEHARUAN HATI

Tuesday, 24 April 2012 (12:07) | 469 views | 0 komentar | Print this Article

img

TAUFIQ ISMAIL: MENULIS DENGAN KEHARUAN HATI Taufiq Ismail, Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 1—4 (Jakarta: Horison, 2008; xlii + 1076 hlm; xxxiv + 801 hlm; xxxii + 880 hlm; xxxviii + 101 hlm) “Taufiq Ismail tak ingin memperingati usianya, tetapi perbuatannya. Sebab, hidup itu perbuatan,” begitu Fadli Zon, Ketua Panitia Peluncuran Buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 1—4 (Jakarta: Horison, 2008; xlii + 1076 hlm; xxxiv + 801 hlm; xxxii + 880 hlm; xxxviii... (more...)

PARADOKS SITUASIONAL

Sunday, 22 April 2012 (11:39) | 57 views | 0 komentar | Print this Article

img

PARADOKS SITUASIONAL Judul: Cintaku lewat Kripik Blado: Kumpulan Puisi Jurnalistik. Penulis: Linda Djalil. Penerbit: Buku Kompas, Jakarta. Tebal: xii + 244 halaman. Cetakan: I, Juni 2011 Paradoks, salah satu unsur penting dalam puisi, seperti juga metafora, ironi, simbol, dan imaji. Majas itu, diyakini kaum Kritik Baru Amerika sebagai syarat utama puisi. Ketika itu, puisi membawa kehebohan dalam kajian akademik di Amerika. Cleanth Brooks dan Robert Penn Warren (1967)... (more...)

JEMBATAN KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN

Sunday, 22 April 2012 (11:31) | 132 views | 0 komentar | Print this Article

img

JEMBATAN KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN Amin Sweeney, Pucuk Gunung Es: Kelisanan dan keberaksaraan dalam Kebudayaan Melayu—Indonesia, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2011, xxii + 839 halaman. Sumber akar budaya masyarakat Nusantara tidak lain adalah tradisi lisan. Ketika bangsa Eropa datang dan melakukan penyeragaman pemakaian huruf Latin, tradisi lisan tiba-tiba diapkir dan dipandang usang. Pemakaian huruf Jawi, Pegon, dan huruf lain yang sudah dikenal beberapa etnis di wilayah Nusantara,... (more...)

KELINDAN TRAGEDI DAN EKSOTISME

Monday, 23 May 2011 (12:33) | 106 views | 0 komentar | Print this Article

img

KELINDAN TRAGEDI DAN EKSOTISME Hanna Fransisca, Konde Penyair Han (Jakarta: Katakita, 2010), 141 halaman.   Kwee Tek Hoay, awal tahun 1900-an. Perintis sastra Indonesia ini berhasil membangun tradisi berdiskusi di kalangan penulis peranakan Tionghoa. Ia juga kerap menghidupkan pantun dan syair dalam pesta para nyonya Tionghoa. Pada zamannya, sastrawan peranakan Tionghoa—sebagaimana dicatat Claudine Salmon—berhasil menyebarkan karya-karyanya ke seantero negeri ini. Sesungguhnya, dari situlah... (more...)

DUNIA ANAK-ANAK DALAM KESENGSARAAN PANJANG

Monday, 23 May 2011 (12:30) | 81 views | 0 komentar | Print this Article

img

DUNIA ANAK-ANAK DALAM KESENGSARAAN PANJANG Bibhutibhushan Banerji, Pater Pancali: Tembang Sepanjang Jalan, terj. Koesalah Soebagio Toer, (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1996), 491 halaman.   India sungguh merupakan negeri yang amat kaya dengan tradisi kebudayaannya. Dalam sastra lisan, negeri berpenduduk hampir  semiliar itu, pada abad ke-3 telah melahirkan Pancatantra karya seorang Brahmana India, yang kemudian menjadi sumber cerita-cerita binatang (fabel). Karya Valmiki, Ramayana dan Vyasa,... (more...)

9 DARI NADIRA: SEBUAH MONUMEN

Monday, 23 May 2011 (12:28) | 86 views | 0 komentar | Print this Article

img

9 DARI NADIRA: SEBUAH MONUMEN Leila S. Chudori, 9 dari Nadira (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Oktober 2009, xi + 270 halaman)   Konsep cerpen—novel akhirnya gagal mempertahankan dirinya. 9 dari Nadira boleh mengajari para penghamba teori untuk tidak lagi bersikukuh pada konsep. Bukankah teks sastra yang melahirkan teori? Maka ia harus rela mendahulukan teks (sastra) yang berhasil menyibakkan rimbun teori dalam membuka jalan baru. Itulah yang terjadi pada 9 dari Nadira yang berada pada... (more...)

BIODATA RINGKAS SASTRAWAN INDONESIA

Thursday, 14 October 2010 (05:40) | 1,849 views | 1 komentar | Print this Article

img

BIODATA RINGKAS SASTRAWAN INDONESIA Oleh Maman S. Mahayana “Tidak ada satu pun kamus yang sempurna!” Demikianlah pernyataan ini ibarat sebuah rumus yang diberlakukan dalam bidang leksikografi; sebuah ilmu yang mempela-jari selok-belok dunia perkamusan. Ketika sebuah kamus selesai disusun dan kemudian masuk dalam proses penerbitan, ketika itu pula muncul entri-entri (butir masukan) baru yang harusnya tercatat dalam kamus yang bersangkutan. Jadilah kamus itu... (more...)

MENGEMBALIKAN ABDULLAH MUNSYI KE JALAN YANG BENAR

Sunday, 19 September 2010 (08:51) | 162 views | 0 komentar | Print this Article

img

MENGEMBALIKAN ABDULLAH MUNSYI KE JALAN YANG BENAR Amin Sweeney, Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama École Française d’Extrême-Orient, 2005, xxiv + 370 hlm. Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, pujangga masa lalu yang meninggalkan begitu banyak kontroversi. Dalam sastra Indonesia, ia ditempatkan sebagai tokoh periode transisi, perintis yang konon membawa sastra Melayu lama memasuki sastra Indonesia modern. Di sana, seolah-olah ada garis... (more...)