CATATAN KECIL ATAS CERMIN MERAH NANO RIANTIARNO
Sunday, 23 November 2008 (10:50) | 72 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana “Cermin Merah seperti saluran air yang mampat. Ia menyimpan kepedihan psikis anak manusia yang gelisah: mempertanyakan sang ayah yang hilang diterkam politik tahun 1965, kakak yang tewas dalam pendakian gunung, menggelandang di ibukota atau menikmati percintaan yang tak lazim. Novel yang sangat filmis ini seperti sengaja berakhir tak selesai. Sejumlah pertanyaan menggantung tak berjawab.” Itulah kesimpulan yang dapat saya tangkap selepas membaca (naskah) novel ini. Sebuah kesimpulan... (more...)
MANUSIA PASCATRADISIONAL MARHALIM ZAINI
Sunday, 23 November 2008 (10:13) | 30 views | 0 komentar | Print this Article
Catatan atas Antologi Langgam Negeri Puisi Maman S. Mahayana Antologi Langgam Negeri Puisi (LNP) (Dewan Kesenian Bengkalis, 2004, 84 halaman) karya Marhalim Zaini (MZ) berisi 69 puisi. Kata Pengantar Taufik Ikram Jamil membantu kita menemukan semacam pintu masuk dari sejumlah pintu lain yang disediakan penyairnya. Seperti lazimnya hampir semua kata pengantar, ia cenderung menggiring kita (: pembaca) memasuki wilayah apresiasinya. Mungkin menggoda atau malah membuat kita malas. Jika kita menerimanya,... (more...)
ESTETIKA WAYANG CERPEN AHMADUN Y HERFANDA
Sunday, 23 November 2008 (10:09) | 40 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana Ketika berbagai saluran komunikasi terhalang tembok besi kekuasaan, sementara segala aspirasi dan harapan mampat di tengah jalan, kesenian –khasnya sastra— kerap digunakan sebagai alternatif. Di sana, dalam balutan estetika, sastra coba bermain dan mempermainkan saluran yang mampat itu. Tembok besi kekuasaan dan pandangan orang terhadapnya, dapat disulap menjadi lelucon atau kisah-kisah yang terjadi di dunia entah-berantah. Jadi, sastra berpeluang memasuki wilayah apa saja,... (more...)
MEMBENTANGKAN ISU SEJARAH SASTRA INDONESIA (II)
Sunday, 23 November 2008 (10:00) | 118 views | 0 komentar | Print this Article
Catatan Kecil untuk Gagasan Besar E.Ulrich Kratz (Peny.), Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2000), xxxix + 980 halaman (termasuk indeks) Maman S.Mahayana Kapankah kesusastraan Indonesia lahir? Inilah pertanyaan yang diajukan Ajip Rosidi yang kemudian dijadikan judul bukunya. Sesungguhnya, pertanyaan Ajip Rosidi itu tidaklah datang secara serta-merta. Ada persoalan yang melatarbelakanginya dan persoalan itu berkutat di seputar batas awal munculnya... (more...)
DOKUMEN BIODATA RINGKAS SASTRAWAN INDONESIA
Sunday, 23 November 2008 (09:52) | 98 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Judul: Leksikon Susastra Indonesia, Penyusun: Korrie Layun Rampan, Penerbit: Balai Pustaka, Jakarta, Cetakan I: November 2000, Tebal: xv + 576 halaman Dalam kesusastraan negara mana pun, buku yang memuat sejumlah nama penga-rang berikut karya yang dihasilkannya, sering kali diposisikan sebagai alat legitimasi dan stempel seseorang pantas-tidaknya disebut sastrawan. Buku Twentieth Century Authors A Biographical Dictionary of Modern Literature (disusun Stanley J. Kunitz dan Howard... (more...)
KETERTINDASAN DAN GELIAT KAUM WANITA
Sunday, 23 November 2008 (09:46) | 109 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Joya Uraizee This Is No Place For A Woman: Nadine Gordimer, Nayantara Sahgal, Buchi Emecheta and The Politic of Gender (England: Africa World Press, Inc., 2000) xi + 255 Sejarah umat manusia adalah potret buram perjalanan panjang ketertindasan wanita. Di belahan bumi mana pun di dunia ini, kehidupan manusia selalu tidak terlepas dari citra superior kaum lelaki. Lantaran segenap aspek kehidupan ini dibangun lewat sudut pandang lelaki, maka kaum wanita selalu berada dalam posisi inferior.... (more...)
ENSIKLOPEDI SASTRA INDONESIA: TEBAL DAN GAGAH?
Sunday, 23 November 2008 (09:42) | 131 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S. Mahayana? Hasanuddin WS, dkk. Ensiklopedi Sastra Indonesia (Bandung: Titian Ilmu, 2004, xiii + 889 halaman) Dibandingkan kamus yang penjelasan tentang entrinya lazim dalam bentuk sinonim atau keterangan ringkas, ensiklopedi menguraikannya secara luas. Malahan, sering kali penjelasannya itu cenderung lebih rinci dan mendalam. Itulah yang membedakan kamus dengan ensiklopedi. Demikian juga dengan Ensiklopedi Sastra Indonesia ini. Penjelasan setiap entrinya hampir mendekati itu. Bahkan, beberapa... (more...)
MENGUSUNG KECENDERUNGAN DAN MAINSTREAM ESTETIK
Sunday, 23 November 2008 (09:24) | 33 views | 0 komentar | Print this Article
Tentang Tiga Antologi Cerpen Creative Writing Institute Maman S Mahayana Siapakah gerangan penggerak di balik layar Creative Writing Institute (CWI), sebuah lembaga baru yang konon bergiat di bidang pelatihan penulisan kreatif. Barangkali CWI ini semacam sanggar yang membina kaum muda agar menekuni bidang penulisan kreatif. Pertanyaannya: apakah mungkin penulisan kreatif dapat dilatihkan macam kegiatan olahraga? Bukankah –sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat— menjadi penulis –sastrawan—memerlukan... (more...)
MEMBENTANGKAN ISU SEJARAH SASTRA INDONESIA
Sunday, 23 November 2008 (09:20) | 85 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana E.Ulrich Kratz (Peny.), Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2000), xxxix + 980 halaman (termasuk lampiran) Inilah rangkaian gagasan estetik mengenai sastra Indonesia abad XX. Sebuah pa-norama pemikiran yang coba mengangkat berbagai problem kesusastraan Indonesia da-lam rentang waktu satu abad. Dalam konteks itu, tampak jelas bahwa kesusastraan tidak sekadar produk imajinatif-estetik, melainkan juga sebagai bentuk lain dari pergulatan... (more...)
Sunday, 23 November 2008 (09:14) | 11 views | 0 komentar | Print this Article
Maman S Mahayana Judul: Jendela-Jendela, Penulis: Fira Basuki, Penerbit: Grasindo, Jakarta, Cetakan I, Juli 2001, Tebal: 151 halaman Setelah Ayu Utami (Saman, 1998), Oka Rusmini (Tarian Bumi, 2000), dan Dewi Lestari (Dee) (Supernova, 2001), kini muncul satu lagi novelis wanita, Fira Basuki, lewat novelnya, Jendela-Jendela; sebuah karya yang penuh pengharapan. Ia hadir dengan gaya yang berani dan menjanjikan. Oleh karena itu, rasanya sungguh pantas jika ia dijejerkan dalam deretan nama-nama itu.... (more...)












