CITRA WANITA INDIA DALAM NOVEL MADU DALAM SARINGAN
Wednesday, 2 May 2012 (12:22) | 72 views | 0 komentar | Print this Article

CITRA WANITA INDIA DALAM NOVEL MADU DALAM SARINGAN* Maman S Mahayana Universitas Indonesia Mengherankan, dibandingkan dengan pengaruh kesusastraan klasik India—kisah Ramayana atau Mahabharata, misalnya—yang jejaknya dapat dengan mudah dijumpai dalam khazanah kesusastraan Indonesia, pengaruh kesusastraan kontemporer India di Indonesia, tampaknya seperti hampir tak terdengar, laksana tak berpengaruh, dan terkesan begitu asing.[1] Padahal, di samping epos Ramayana dan Mahabharata, sejak zaman Pujangga... (more...)
TAUFIQ ISMAIL: MENULIS DENGAN KEHARUAN HATI
Tuesday, 24 April 2012 (12:07) | 43 views | 0 komentar | Print this Article

TAUFIQ ISMAIL: MENULIS DENGAN KEHARUAN HATI Taufiq Ismail, Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 1—4 (Jakarta: Horison, 2008; xlii + 1076 hlm; xxxiv + 801 hlm; xxxii + 880 hlm; xxxviii + 101 hlm) “Taufiq Ismail tak ingin memperingati usianya, tetapi perbuatannya. Sebab, hidup itu perbuatan,” begitu Fadli Zon, Ketua Panitia Peluncuran Buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 1—4 (Jakarta: Horison, 2008; xlii + 1076 hlm; xxxiv + 801 hlm; xxxii + 880 hlm; xxxviii... (more...)
Tuesday, 24 April 2012 (11:47) | 15 views | 0 komentar | Print this Article

MENULIS SEBAGAI IBADAH Oleh Maman S. Mahayana Karya sastra –dalam hal tertentu—bolehlah dianggap sebagai refleksi evaluatif pengarang atas problem sosial yang terjadi di sekitarnya. Boleh juga karya itu dipandang sebagai representasi kegelisahan sosio-kultural pengarang dalam memaknai simpang-siur peristiwa yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Dalam hal ini, pengarang biasanya hanya akan mengungkapkan realitas kehidupan berdasarkan pengalaman yang paling dekat dengan dirinya. Atau, menyampaikan... (more...)
Sunday, 22 April 2012 (11:39) | 13 views | 0 komentar | Print this Article

PARADOKS SITUASIONAL Judul: Cintaku lewat Kripik Blado: Kumpulan Puisi Jurnalistik. Penulis: Linda Djalil. Penerbit: Buku Kompas, Jakarta. Tebal: xii + 244 halaman. Cetakan: I, Juni 2011 Paradoks, salah satu unsur penting dalam puisi, seperti juga metafora, ironi, simbol, dan imaji. Majas itu, diyakini kaum Kritik Baru Amerika sebagai syarat utama puisi. Ketika itu, puisi membawa kehebohan dalam kajian akademik di Amerika. Cleanth Brooks dan Robert Penn Warren (1967)... (more...)
JEMBATAN KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN
Sunday, 22 April 2012 (11:31) | 17 views | 0 komentar | Print this Article

JEMBATAN KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN Amin Sweeney, Pucuk Gunung Es: Kelisanan dan keberaksaraan dalam Kebudayaan Melayu—Indonesia, Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Juli 2011, xxii + 839 halaman. Sumber akar budaya masyarakat Nusantara tidak lain adalah tradisi lisan. Ketika bangsa Eropa datang dan melakukan penyeragaman pemakaian huruf Latin, tradisi lisan tiba-tiba diapkir dan dipandang usang. Pemakaian huruf Jawi, Pegon, dan huruf lain yang sudah dikenal beberapa etnis di wilayah Nusantara,... (more...)
DUNIA ANAK-ANAK DALAM KESENGSARAAN PANJANG
Monday, 23 May 2011 (12:30) | 67 views | 0 komentar | Print this Article

DUNIA ANAK-ANAK DALAM KESENGSARAAN PANJANG Bibhutibhushan Banerji, Pater Pancali: Tembang Sepanjang Jalan, terj. Koesalah Soebagio Toer, (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1996), 491 halaman. India sungguh merupakan negeri yang amat kaya dengan tradisi kebudayaannya. Dalam sastra lisan, negeri berpenduduk hampir semiliar itu, pada abad ke-3 telah melahirkan Pancatantra karya seorang Brahmana India, yang kemudian menjadi sumber cerita-cerita binatang (fabel). Karya Valmiki, Ramayana dan Vyasa,... (more...)
Monday, 23 May 2011 (12:28) | 65 views | 0 komentar | Print this Article

9 DARI NADIRA: SEBUAH MONUMEN Leila S. Chudori, 9 dari Nadira (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, Oktober 2009, xi + 270 halaman) Konsep cerpen—novel akhirnya gagal mempertahankan dirinya. 9 dari Nadira boleh mengajari para penghamba teori untuk tidak lagi bersikukuh pada konsep. Bukankah teks sastra yang melahirkan teori? Maka ia harus rela mendahulukan teks (sastra) yang berhasil menyibakkan rimbun teori dalam membuka jalan baru. Itulah yang terjadi pada 9 dari Nadira yang berada pada... (more...)
MANUSIA PASCATRADISIONAL MARHALIM ZAINI
Sunday, 13 March 2011 (11:45) | 134 views | 0 komentar | Print this Article

MANUSIA PASCATRADISIONAL MARHALIM ZAINI Catatan atas Antologi Langgam Negeri Puisi Maman S. Mahayana Antologi Langgam Negeri Puisi (LNP) (Dewan Kesenian Bengkalis, 2004, 84 halaman) karya Marhalim Zaini (MZ) berisi 69 puisi. Kata Pengantar Taufik Ikram Jamil membantu kita menemukan semacam pintu masuk dari sejumlah pintu lain yang disediakan penyairnya. Seperti lazimnya hampir semua kata pengantar, ia cenderung menggiring kita (: pembaca) memasuki wilayah apresiasinya. Mungkin menggoda atau... (more...)
LUKA SEJARAH DALAM SAJAK-SAJAK PENYAIR RIAU
Sunday, 13 March 2011 (11:11) | 212 views | 0 komentar | Print this Article
LUKA SEJARAH DALAM SAJAK-SAJAK PENYAIR RIAU* Maman S. Mahayana* Kultur Melayu dengan luka sejarah masa lalu, dianggap sebagai kecelakaan dengan akibat dan kepahitannya menjadi beban generasi sekarang. Dalam wilayah keindonesiaan, problem sosial itu tidak jarang ditempatkan sebagai bagian dari kebijakan sentralitas hubungan Jakarta—Daerah yang secara faktual malah memarjinalkan puaknya. Dominasi Jakarta, dirasakan sebagai monster. Akibatnya, kehidupan masyarakat persekitaran yang penuh... (more...)
KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI
Sunday, 13 March 2011 (10:50) | 260 views | 4 komentar | Print this Article

KORAN WANITA AWAL ABAD XX : CORONG IDE EMANSIPASI Oleh Maman S. Mahayana Benarkah suratkabar Soenting Melajoe, terbit pertama kali 10 Juli 1912, sebagai perintis suratkabar perempuan? Adakah fakta sejarah yang mendukung bahwa perintis suratkabar perempuan adalah Roehana Koeddoes? Menempatkan Soenting Melajoe sebagai suratkabar pertama untuk perempuan jelas merupakan penafikan sumbangan suratkabar sejenis yang beredar sebelum itu. Sebagai catatan sejarah, ia perlu diluruskan. Bagaimanapun,... (more...)












