MENGUSUNG SUMBER SEGALA SUMBER
Friday, 8 October 2010 (17:51) | 65 views | 1 komentar | Print this Article

MENGUSUNG SUMBER SEGALA SUMBER Maman S Mahayana Kami adalah ahli waris jang sah dari kebudajaan dunia dan kebudajaan ini kami teruskan dengan tjara kami sendiri. Kami lahir dari kalangan orang-banjak dan pengertian rakjat bagi kami adalah kumpulan tjampur-baur dari mana dunia-dunia baru jang sehat dapat dilahirkan. Itulah alinea pembuka Surat Kepercayaan Gelanggang yang bertarikh 18 Februari 1950, namun baru dimuat dalam majalah Siasat, 22 Oktober 1950. Lalu masalah apa pula yang melatarbelakangi... (more...)
AJIP ROSIDI: MEMBACA DAN MENULIS TANPA AKHIR
Thursday, 7 October 2010 (16:35) | 734 views | 2 komentar | Print this Article

AJIP ROSIDI: MEMBACA DAN MENULIS TANPA AKHIR Oleh Maman S. Mahayana Mungkinkah seorang yang tak lulus SMA dapat menjadi guru besar? Di Indonesia yang segala sesuatunya sering harus berurusan dengan aturan birokrasi, pemberian gelar kehormatan, seperti doktor honoris causa, misalnya, barangkali akan menimbulkan masalah. Itulah yang terjadi pada diri Ajip Rosidi. Ia –konon—tak dapat memperoleh gelar itu lantaran pendidikannya tak sampai sarjana. Ajip memang tak tamat... (more...)
ASRUL SANI: KONSEPTOR SURAT KEPERCAYAAN GELANGGANG
Thursday, 7 October 2010 (16:30) | 677 views | 0 komentar | Print this Article

ASRUL SANI: KONSEPTOR SURAT KEPERCAYAAN GELANGGANG Oleh Maman S. Mahayana Ketika kita bicara soal Polemik Kebudayaan, serta-merta nama yang segera muncul dalam ingatan kita adalah Sutan Takdir Alisjahbana. Tokoh inilah yang menggelindingkan perdebatan kultural saat bangsa ini dilanda kegandrungan romantisisme. Harapan untuk mendirikan dan merumuskan kebudayaan Indonesia menjadi sebuah keniscayaan yang mengejawantah di dalam perjuangan politik pergerakan dan berbagai... (more...)
Friday, 17 September 2010 (05:52) | 177 views | 0 komentar | Print this Article

Rendra (7 November 1935 – 6 Agustus 2009), Si Burung Merak itu, akhirnya terbanglah. Sekian lama ia terbaring di rumah sakit, selama itu pula serangkaian doa untuk kesembuhannya terus dilantunkan oleh sejumlah komunitas seniman di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, para seniman di Malaysia, yang memang mengenal baik sosok Rendra, sengaja mengumandangkan doa bersama. Meskipun Tuhan berkehendak lain, kita menangkap adanya gelombang solidaritas atas seseorang yang sudah... (more...)
Friday, 17 September 2010 (04:56) | 70 views | 0 komentar | Print this Article

WAN, SELAMAT JALAN! Di pojok kampus HUFS,? di pinggir Seoul. Aku terpaku sendiri di tengah kehidupan masyarakat Korea yang tak pernah diam. Segalanya bergerak: fanta rhei! Langkah-langkah cepat dan berderap. Para mahasiswa yang bergegas. Sepatu kulit berhak tinggi, menutup betis mereka. Suaranya keras menghentak jalanan dan tangga-tangga. Dedaunan rontok karena tuntutan hukum alam musim gugur. Sementara di dahan dan ranting pohon-pohon kesemek, bergelantungan buahnya... (more...)
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ACHDIAT KARTA MIHARDJA
Friday, 17 September 2010 (04:50) | 125 views | 0 komentar | Print this Article

PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ACHDIAT KARTA MIHARDJA Maman S Mahayana Achdiat Karta Mihardja (AKM), lahir di Cibatu, Garut, 6 Maret 1911 dan meninggal di Canberra, Australia, 8 Juli 2010. Ia pergi meninggalkan kita, tetapi karyanya tetap hidup sebagai monumen bagi perjalanan kesusastraan Indonesia. Pada tahun 2005, ia menerbitkan novel Manifesto Khalifatullah (MK). Dengan begitu, AKM satu-satunya sastrawan di dunia yang masih berkarya dalam usia lebih 94 tahun. Dalam sastra... (more...)












