Pertanyaan untuk Maman S. Mahayana, Kritikus Sastra Indonesia

Friday, 17 September 2010 (05:07) | 231 views | 0 komentar | Print this Article

img

Jurnal Bogor, 25 April 2010 (Rubrik: Inohong) Kembali ke Akar Tradisi Di sini (Korea.red) sudah jam sembilan malam Don. Begitu jawab Maman S. Mahayana, Kritikus Sastra Indonesia ketika wartawan Jurnal Bogor, Dony P. Herwanto menyapanya lewat jaringan pertemanan Facebook (FB). Maman yang tercatat sebagai warga Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor itu, kini tinggal di Korea. Alumnus Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI) tahun 1986 itu juga tercatat sebagai Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan... (more...)

SASTRA KOREA LEBIH HOMOGEN

Sunday, 12 September 2010 (07:01) | 259 views | 0 komentar | Print this Article

img

SASTRA KOREA LEBIH HOMOGEN (Wawancara Maman S Mahayana dengan Penyair Soni Farid Maulana, dimuat di Harian Pikiran Rakyat, Bandung, Kamis, 1 Juli 2010) 1. Sejak kapan, dan sampai kapan jadi dosen tamu di Korea? Awal September 2009 saya mulai mengajar di Department of Indonesian—Malay Studies, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS). Dikontrak untuk dua tahun, dan masih dibolehkan memperpanjang lagi satu tahun. Jadi, paling cepat ya, 2011. Tapi saya berharap bisa sampai 2012 sampai anak saya... (more...)